Hari Wibowo merupakan atlet Kaltim di nomor tunggal putra yang lolos ke semifinal bersama Fernando Sanger dan Mario Alibasyah dari Sulawesi Utara, juga ada Indra Adhiguna (Daerah Istimewa Aceh) sementara di bagian putri Retno masuk semifinal bersama Voni Darlina (DKI Jakarta), Sharon Cornelia Watupongoh (Sulawesi Utara) dan Runi Utami (Sumatera Barat).
Selain Hari dan Retno, satu lagi atlet Benua Etam yang akan mengikuti seleksi adalah Wesley Viananta yang bersama Rizky Saputra (Sumatera Barat) dan Aulia Risma (Jawa Tengah) mendapat wild card untuk mencicipi kerasnya persaingan seleknas Soft Tenis 2017.
Nantinya atlet terbaik hasil kejurnas ini beradu dengan sepuluh atlet yang telah melakoni Pelatnas sejak awal tahun ini yaitu Prima Simpatiaji, Elbert Sie, Gusti Jaya Kusuma (putra) dan Dwi Rahayu Pitri, Angelica Irena Lontoh, Ana Kawengian, Siti Nur Arasy (putri).
“Mereka akan saling berhadapan dan lima peringkat teratas, baik di kelompok putra maupun putri akan langsung terpilih masuk Pelatnas Asian Games 2018,” ujar Martuama lagi.
Indonesia memiliki posisi membanggakan dalam peta kekuatan Soft Tenis di kawasan Asia. Pada ajang Asian Games Incheon 2014, tim Merah Putih berhasil membawa pulang sekeping medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto dan sekeping perunggu ganda campuran dari ayunan raket duet Prima Simpatiaji/Maya Rosa. Sementara, Elbert Sie bercokol di posisi runner-up Kejuaraan Soft Tenis Asia di Chiba, November 2016.
Sementara itu dari kejurnas sendiri, , tim Benua Etam berhasil membawa pulang 1 emas, 3 perak dan 3 perunggu, berada di posisi kedua di bawah Sulawesi Utara dan diatas DKI Jakarta.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Soft Tenis Indonesia (Pesti) Kaltim, Noor Asnan menjelaskan, pencapaian ini sudah cukup bagus kendati gagal mempertahankan gelar juara umum. “Ya kami gagal mempertahankan gelar juara umum seperti tahun lalu, tapi yang pasti kami akan terus evaluasi dimana kekurangan yang ada. Kegagalan jadi juara umum justru bagus untuk memotivasi atlet agar lebih baik lagi,” papar Asnan.
Asnan berharap dua atlet putra dan dua putri yang masuk seleknas nantinya bisa bersaing. “Paling tidak ada satu atau dua atlet yang masuk untuk menyumbangkan atlet ke Asian Games,” harapnya. (rgn)