Agenda olahraga dua tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Oktober bulan depan itu dikabarkan bakal mundur ke November 2025.
Terkait hal itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading menyebut wacana penundaan memang disampaikan oleh pihak tuan rumah (PPU), namun langkah itu tidak bisa hanya sekadar menjadi pembicaraan informal.
“Dispora Kaltim menginginkan kepastian. Kami tidak ingin penundaan ini sebatas wacana, karena banyak pihak yang sudah melakukan persiapan. Kami juga meminta penjelasan langsung dari Bupati PPU,” tegas Rasman kepada Korankaltim.com Minggu (14/9/2025).
Keterlambatan informasi dapat menimbulkan persoalan teknis di daerah lain. Pasalnya sejumlah kontingen kabupaten/kota sudah lebih dulu melakukan pemesanan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi atlet yang tidak ditanggung tuan rumah maupun Pemprov Kaltim.
“Kami khawatir penundaan yang tidak jelas akan merugikan peserta. Karena itu sebaiknya ada surat resmi dari Bupati PPU kepada gubernur Kaltim dengan tembusan kepada seluruh peserta,” imbuhnya.
Kejelasan sangat penting agar tidak menimbulkan polemik berlarut. “Prinsipnya, segera saja keluarkan surat penundaan resmi. Dengan begitu, semua pihak memiliki acuan yang jelas,” papar Rasman.
Dari informasi yang beredar, kendala utama Popda XVII/2025 di PPU adalah masalah anggaran. Dana kegiatan yang diusulkan melalui APBD Perubahan 2025 disebut-sebut belum disahkan, sehingga pelaksanaan Popda terancam mundur. Popda Kaltim tahun ini direncanakan mempertandingkan 14 cabang olahraga (cabor) dengan tambahan 2 cabor eksibisi.
Editor: Aspian Nur