Ajang ini berlangsung hingga Minggu (7/9/2025) dengan diikuti 569 atlet dari kabupaten/kota se-Kaltim serta perwakilan dari berbagai perguruan karate.
Ketua Panitia Pelaksana, Rasman Rading, menjelaskan kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi resmi, tetapi juga sarana penting untuk seleksi atlet terbaik yang akan mewakili Kaltim di level nasional maupun internasional.
“Tujuannya tentu bagian dari pembinaan prestasi olahraga, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab dalam diri atlet,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk peningkatan kualitas perangkat pertandingan, mulai dari wasit, juri hingga pelatih.
Sebelumnya, pada 2–3 September 2025, telah dilaksanakan akreditasi bagi pelatih dan wasit agar memiliki kompetensi yang mumpuni serta berintegritas tinggi.
Rasman mengaku, meski awalnya direncanakan berlangsung di Gedung Serba Guna, lokasi kejuaraan dialihkan ke GOR Bulu Tangkis karena padatnya jadwal kegiatan di gedung utama.
“Sekaligus ini menjadi langkah mendekatkan kita dengan gedung baru yang lebih representatif, yang akan digunakan tahun ini hingga 2026 nanti,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kesuma, yang hadir mewakili Pemprov Kaltim, menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan karate.
Dirinya menilai event ini berperan penting dalam mencetak atlet berprestasi. “Pemerintah berharap semakin banyak kejuaraan karate digelar. Ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim dalam menyiapkan atlet muda yang siap bersaing di tingkat nasional,” ucapnya.
Agus juga menyinggung keberadaan gedung karate baru yang sedang dibangun Pemprov Kaltim. Gedung tersebut dirancang dengan kapasitas lebih luas dibanding GOR Bulu Tangkis, dilengkapi fasilitas penginapan, sehingga dapat menunjang pelaksanaan kejuaraan karate di masa mendatang.
“Kami berharap ke depan, jika ada kejuaraan lagi, atlet dari kabupaten/kota bisa langsung tinggal di sana. Namun, soal pengelolaannya nanti menunggu arahan dari Wakil Gubernur apakah dikelola Dispora atau langsung oleh FORKI,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum FORKI Kaltim sekaligus Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para wasit, pelatih, orang tua atlet serta pengurus FORKI kabupaten/kota dan perguruan karate di Kaltim.
“Tanpa dukungan orang tua, anak-anak tidak akan hadir di sini. Atas nama FORKI Kaltim, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang diberikan,” katanya.
Seno menegaskan, FORKI Kaltim terus bergerak maju. Pada akhir 2025 atau awal 2026, Kaltim akan memiliki gedung FORKI baru senilai Rp10 miliar.
Fasilitas ini diharapkan semakin memacu semangat para atlet karate Kaltim menuju level nasional bahkan internasional.
“Siapa yang mau jadi atlet nasional? Siapa yang mau jadi atlet internasional? Kalau mau, kalian harus mempersiapkan diri dengan baik. Semangat seperti inilah yang akan membawa atlet Kaltim bersaing di tingkat lebih tinggi,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang membalas dengan sorakan penuh semangat.
Seno menambahkan, saat ini terdapat 17 perguruan karate aktif di Kaltim yang telah berkontribusi besar dalam pembinaan atlet melalui berbagai kejuaraan internal.
FORKI, menurutnya, akan terus mendukung dan menjaga kekompakan perguruan agar melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Selain Kejurprov Karate, agenda olahraga pelajar di Kaltim masih berlanjut. Diantaranya, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) awal Oktober, PON Bela Diri di Kudus pada pertengahan Oktober, serta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) pada November 2025 di Jakarta.
Dengan padatnya kalender kejuaraan tersebut, Kaltim berkomitmen menjadikan ajang olahraga sebagai sarana pembinaan prestasi sekaligus mencetak atlet muda berkarakter disiplin, tangguh, dan berdaya saing tinggi.
Editor: Erwin