Capaian ini melampaui target awal yang dipatok berdasarkan hasil Babak Kualifikasi (BK) PON sebelumnya.
Sekretaris Umum IODI Kaltim, Roni Pangajoang, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet serta dukungan KONI Kaltim yang ikut berperan dalam keberhasilan tersebut.
“Target kami hanya menyamai perolehan di BK PON. Alhamdulillah, di Kejurnas kali ini Kaltim bisa membawa pulang 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Ini pencapaian yang patut kami syukuri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/2025).
Ia menuturkan, beberapa nomor pertandingan justru menunjukkan kejutan positif, di mana atlet Kaltim mampu meraih medali emas meski sebelumnya tidak diturunkan di PON. Sebaliknya, ada pula nomor unggulan yang mengalami penurunan.
“Pasangan Frengky–Leni yang kami prediksi emas harus puas di perunggu karena kondisi fisik tidak maksimal. Namun, ini bukan alasan untuk berkecil hati, melainkan bahan evaluasi,” jelasnya.
Ia mengakui, persaingan antarprovinsi semakin ketat, terutama dari Jawa Timur (Jatim) yang bahkan berhasil menyapu bersih satu nomor pertandingan.
Sementara daerah lain seperti Bali, DKI Jakarta, dan DIY masih menjadi rival yang seimbang dengan Kaltim.
Selain raihan medali, Kejurnas ini juga membuka peluang munculnya bibit baru. Salah satunya atlet muda, Joli yang kini tampil di kategori couple bersama kakaknya dan berhasil meraih perunggu.
Sementara adiknya, Jequen, juga menunjukkan potensi besar dengan finis di peringkat keempat.
“Meski belum meraih medali, Jequen masih sangat muda. Potensinya jelas terlihat dan ke depan bisa menjadi tumpuan Kaltim di level nasional bahkan internasional,” tegas Roni.
Menurut Roni, kualitas Kejurnas kali ini bahkan dinilai lebih kompetitif dibanding PON.
Pasalnya, ajang ini berdekatan dengan agenda International Dance Association (IDA), sehingga banyak atlet yang sekaligus mempersiapkan diri tampil di level internasional.
“Kualitas semua peserta di atas rata-rata. Bagi kami ini menjadi pelajaran penting, bukan soal kenapa tidak juara, tapi bagaimana meningkatkan motivasi agar Kejurnas berikutnya bisa lebih baik,” katanya.
Roni menegaskan keberhasilan saat ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pola latihan, menjaga kekompakan, serta menciptakan koreografi yang lebih inovatif.
“Di satu sisi memang ada penurunan prestasi di nomor tertentu, tapi di sisi lain ada peningkatan luar biasa di nomor lain. Artinya peluang medalinya semakin terbuka lebar, tinggal bagaimana kita memolesnya,” pungkasnya.
Editor: Erwin