Perwakilan dari 8 daerah pengurus kota dan kabupaten hadir dalam raker ini, minus Berau yang karena kendala teknis harus absen namun telah berkoordinasi dengan panitia. “Kami berharap hasil Raker ini dapat memberikan kemajuan bagi prestasi IODI,” kata Ketua Panitia Pelaksana Raker Muhammad Taufik Siregar.
Disebutkannya, raker bisa digelar berkat bantuan Ketua KONI Kaltim H Rusdiansyah Aras dan Ketua Umum IODI Kaltim Husainsyah Akma. Wakil Ketua I IODI Kaltim, Eliansyah Kastan berharap forum ini menjadi momentum kebangkitan prestasi bagi olahraga dansa di Benua Etam.
Dukungan finansial yang memadai untuk mempersiapkan atlet dalam berbagai kejuaraan termasuk PON mendatang menurutnya sangat penting.
“Semoga Raker ini membawa angin segar agar kita bisa kembali meraih emas di PON. Dengan adanya DOA, yakni Dana Operasional Awal, kami optimistis prestasi akan luar biasa,” kata Eliansyah.
“Persiapan atlet memang membutuhkan biaya besar, mulai dari tiket, pakaian, hingga peralatan. Karena itu, kami berharap dukungan dana bisa berjalan lancar sehingga prestasi gemilang dapat terwujud,” imbuhnya.
Rusdiansyah Aras yang hadir pada raker ini memberikan apresiasi atas capaian IODI pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara yang berhasil meraih 1 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Namun Rusdi mengungkapkan kekhawatiran karena dalam edaran KONI Pusat, dansa tidak termasuk dalam 42 cabang olahraga yang akan dipertandingkan saat PON XXII/2028 berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Kami berharap Raker ini menghasilkan rekomendasi yang akan disampaikan ke IODI Pusat dan kami akan memperjuangkan agar dansa bisa dilombakan di PON,” ujar Rusdi. “Contohnya tarung derajat, sebelumnya juga tidak masuk tetapi setelah rekomendasi dan perjuangan, akhirnya diterima,” ungkapnya
Rusdi juga menegaskan pentingnya pembinaan organisasi di samping pembinaan prestasi. Pengurus cabang di kabupaten dan kota harus memenuhi syarat minimal dua klub aktif agar organisasi tetap sehat dan kuat.
“Prestasi IODI sudah terbukti, tapi pembinaan organisasi jangan sampai terlupa. Kekuatan itu ada di masing-masing pengkab dan pengkot, bukan hanya di KONI provinsi. Jika organisasi sehat, prestasi juga akan sehat,” ucap Rusdi lagi.
Agenda jangka pendek yang wajib dilaksanakan adalah Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) yang akan dimulai September 2025 mendatang. “BK Porprov ini wajib. Saya harap semua pengcab dapat berpartisipasi,” tutup Rusdi.
Editor: Aspian Nur