Dalam waktu dekat, IWbA Kaltim dijadwalkan mengikuti kejuaraan Indonesia Open di Bogor pada 18–22 Agustus 2025. Hal ini disampaikan Ketua IWbA Kaltim, Hasbar Mara.
“Kemudian kita juga akan melakukan rapat kerja (raker) organisasi, untuk menyusun program kegiatan kita,” kata Hasbar saat dikonfirmasi pada Selasa (5/8/2025).
Lanjutnya, kemungkinan Pengprov bakal melaksanakan kejuaraan provinsi (Kejurprov) junior dan senior yang merupakan kegiatan wajib masing-masing cabang olahraga (cabor) dalam pembinaan prestasi.
“Insyaallah, paling lambat di bulan Oktober 2025 ini. Setelah pelantikan, baru kita jadwalkan untuk penyelenggaraan Kejurprov ini,” terangnya.
Hasbar mengaku, pihaknya masih melakukan perbaikan nama-nama yang akan menjadi pengurus dan terdaftar di Surat Keputusan (SK).
Kemarin kata Hasbar, ada beberapa perubahan karena satu dan lain hal, menjadi pertimbangan pihaknya untuk melakukan perombakan kembali.
“Setelah itu, kita konsolidasi dengan Pengurus Besar (PB), waktunya kapan yang tepat untuk melakukan pelantikkan,” tegasnya.
Dalam waktu dekat ini juga akan ada Pekan Olahraga Pelajar (Popda) di Paser pada bulan Oktober. Beruntungnya woodball menjadi salah satu cabor yang juga dipertandingkan, sehingga akan lebih maksimal mempersiapkan diri.
“Jadi kita juga persiapkan untuk itu, dan kita sudah buatkan list nama-nama yang direkomendasikan untuk berangkat Popda ini tadi,” jelasnya.
IWbA saat ini sudah memiliki sembilan kepengurusan di kabupaten/kota se-Kaltim, Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi satu-satunya daerah yang belum terbentuk kepengurusan.
Sementara untuk Indonesia Open di Bogor mendatang, Hasbar mengaku sifatnya mandiri, sehingga tidak masuk kalender Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Kalau untuk single event seperti kegiatan Indonesia Open, itu sifatnya mandiri, tidak masuk dalam kalender KONI. Jadi, kita ikut di sana, kita berikan rekomendasi tapi via mandiri,” tuturnya.
“Karena ini sifatnya internasional juga. Kita akan memberangkatkan 6 orang yang menyatakan siap untuk berangkat, tidak membawa pelatih karena mandiri kan,” pungkasnya.
Editor: Erwin