Kegiatan ini menjadi ajang yang tak hanya sebagi wadah kompetisi bagi atlet muda, tapi juga menjadi momentum penting dalam proses seleksi menuju kejuaraan tingkat nasional.
Ketua Harian PABERSI Kaltim, Hendra Radinal Ary, menjelaskan bahwa event ini memang sengaja digabung demi efisiensi dan efektivitas.
“Kami selenggarakan Kejurprov angkat berat junior dan angkat besi junior putra-putri secara bersamaan. Untuk angkat berat, pesertanya berusia 14–23 tahun, sementara angkat besi kisaran usia 13–17 tahun,” ujar Hendra.
Lanjutnya, para atlet terbaik akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan nasional yang akan berlangsung pada Agustus 2025 mendatang.
“Angkat berat rencananya akan mengikuti Kejurnas di Sumatera Utara (Sumut), sedangkan angkat besi akan kami kirim ke Bandung,” lanjutnya.
Even ini diikuti oleh 10 kabupaten/kota dengan total 53 atlet untuk angkat berat dan sekitar 43 peserta untuk angkat besi.
Sementara itu, Ketua Umum PABSI Kaltim, Agiel Suwarno, menegaskan pentingnya pelaksanaan Kejurprov sebagai bagian dari pembinaan rutin.
“Kami sadar anggaran daerah sedang tidak ideal, tapi dengan kerja sama yang baik, kita tetap bisa menyelenggarakan even. Tanpa kompetisi, kita tidak bisa mengukur capaian atlet,” ungkapnya.
Agiel menyoroti fakta bahwa hanya beberapa daerah yang aktif membina atlet angkat besi dan berat secara serius.
“Samarinda dan Balikpapan cukup konsisten, disusul Kukar. Daerah lain masih minim pembinaan. Tahun lalu kami bantu alat untuk empat daerah yakni Berau, Bontang, Kutim, dan Paser. Semoga ke depan bisa ke Kubar dan Mahulu,” jelasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Wakil Ketua I KONI Kaltim, Ego Arifin. Ia menyebut angkat besi dan berat sebagai aset penting Kaltim, baik di tingkat junior maupun senior.
“KONI sangat mengapresiasi dua Pengprov ini yang terus aktif dalam pembinaan dan penyumbang medali di berbagai ajang. Apalagi dua cabor ini memiliki sarana dan alat latihan yang cukup memadai,” ucap Ego.
Dia juga menyinggung kabar terbaru dari PB PON terkait status dua cabang ini di PON 2025. “Angkat besi sudah pasti dipertandingkan. Angkat berat masih proses. Kita doakan bisa dipertandingkan, karena kalau tidak, Kaltim berpotensi kehilangan banyak medali,” ujarnya.
Selain Kejurnas Agustus mendatang, Ego juga mengingatkan bahwa persiapan untuk Porprov Kaltim 2026 di Paser sudah harus dimulai dari sekarang.
“Saya sudah dua kali meninjau venue. Paser sedang membangun gedung baru untuk binaraga, angkat besi, dan angkat berat. Ini perkembangan positif,” katanya.
Ditambahkannya, seluruh pengurus cabang di daerah diminta agar mulai menjalin komunikasi aktif demi mempersiapkan atlet dan memenuhi standar pelaksanaan Porprov.
“Kita sudah sepakati kejuaraan minimal diikuti lima peserta. Persiapan sejak sekarang adalah kunci,” pungkasnya.
Editor: Erwin