Kejuaraan ini menjadi sorotan tidak hanya karena skala penyelenggaraannya yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri, tetapi juga karena dukungan penuh dari berbagai pihak.
Gubernur Rudy Mas’ud dalam sambutannya saat membuka kejuaraan ini menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh panitia, khususnya jajaran Korem 091/ASN atas inisiatif dan kerja keras menyelenggarakan ajang bergengsi ini.
Menurutnya, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui olahraga.
“Taekwondo mengajarkan banyak hal, mulai dari disiplin, sportivitas hingga kendali diri. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi masa depan, menuju Indonesia Emas 2045,” kata Rudy.
Kaltim disebutnya sangat bangga bisa menjadi tuan rumah bagi ajang yang kini telah berkembang menjadi barometer pembinaan atlet taekwondo usia muda, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Keikutsertaan sejumlah provinsi dan negara sahabat menjadi bukti bahwa Kaltim kini telah menjadi magnet kegiatan olahraga yang berkualitas. “Melalui pertemuan atlet-atlet muda dari berbagai bangsa, kita tidak hanya mencetak prestasi, tapi juga membangun semangat perdamaian dan persahabatan lintas negara,” paparnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat.
Ia menyebut kejuaraan ini sebagai bukti nyata kemajuan taekwondo Indonesia, terutama dalam hal pembinaan dan penyelenggaraan event bertaraf internasional.
“Kegiatan ini melibatkan 920 atlet dari 15 provinsi dan lebih dari 58 dojang di Indonesia, serta peserta dari Malaysia, Filipina dan Korea Selatan. Ini pencapaian luar biasa yang menempatkan Indonesia sebagai pusat aktivitas taekwondo di kawasan regional,” kata Richard.
Baru-baru ini tim taekwondo Indonesia meraih total 17 medali dari dua kejuaraan internasional di Daegu dan Busan. “Ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan disiplin tidak pernah sia-sia. Kami yakin dari kejuaraan di Samarinda ini, akan muncul atlet-atlet masa depan yang kelak membawa merah putih berkibar di panggung dunia,” ucap Richard.
Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan semangat kompetisi yang sehat, sebagai langkah bersama menuju masa depan taekwondo Indonesia yang lebih gemilang.
Editor: Aspian Nur