Agenda ini digelar sebagai tindak lanjut atas kekosongan kepemimpinan setelah ketua sebelumnya berhalangan tetap.
Ketua Panitia Pelaksana, Hasbar Mara, menjelaskan bahwa Musprovlub ini digelar atas dasar usulan dari para pengurus cabang kabupaten/kota se-Kaltim.
Dari sembilan pengurus cabang yang terdaftar, delapan hadir dalam forum tersebut. Sementara Kutai Barat (Kubar) absen, dan Mahakam Ulu dilaporkan belum memiliki kepengurusan.
“Agenda kita ke depan cukup padat. Setelah Popda di Penajam Paser Utara, kita juga harus bersiap menyambut Porprov di Kabupaten Paser. Karena itu, kepengurusan IWbA harus segera dikonsolidasikan,” ujar Hasbar.
Sementara itu, Plt Ketua IWbA Kaltim yang juga merupakan pengurus pusat IWbA, Wiyono Adie, menekankan pentingnya Musprovlub ini sebagai bagian dari ketentuan organisasi.
Ia menjelaskan, sesuai AD/ART IWbA, kondisi ketua yang berhalangan tetap memaksa organisasi untuk segera menetapkan kepemimpinan baru melalui forum resmi.
“SK kepengurusan IWbA Kaltim sebenarnya berlaku hingga 2027. Namun, karena kepengurusan sudah berjalan lebih dari dua tahun, maka sesuai regulasi, hasil Musprovlub ini akan menetapkan kepengurusan baru dengan masa bakti penuh, yakni 2025–2029,” jelas Wiyono.
Ia juga menyinggung pentingnya memilih pengurus yang ramping namun solid. “Jangan terlalu gemuk. Lebih baik sedikit tapi punya komitmen dan integritas. Ini penting untuk memastikan pembinaan atlet berjalan optimal,” ujarnya.
Wiyono mengingatkan bahwa atlet Woodball Kaltim memiliki potensi besar di kancah nasional, bahkan internasional. Sayangnya, perhatian terhadap olahraga ini masih minim jika dibandingkan dengan cabor lain.
“Kita ingin woodball menjadi prioritas. Jangan sampai atlet-atlet potensial ini tak mendapatkan panggung karena kurangnya perhatian dan dukungan,” kata Wiyono.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Dispora Kaltim dan KONI Kaltim atas dukungan mereka. Ia menyampaikan bahwa saat ini woodball sedang dalam proses untuk dapat dipertandingkan di NTB sebagai tuan rumah event nasional mendatang.
“Mohon dukungan dan arahan dari Ketua KONI Kaltim agar woodball Kaltim bisa terus maju, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tutupnya.
Editor: Erwin