Ketua panitia pelaksana cabor pencak silat, Ego Arifin, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi magnet tersendiri bagi para pesilat dari Kaltim untuk terus mengasah kemampuan mereka.
“Ajang ini bukan hanya menjadi wadah bertanding, tapi juga pemicu semangat bagi para pesilat, baik usia dini, remaja, hingga dewasa untuk menunjukkan hasil dari latihan mereka selama ini. Kami melihat peningkatan kualitas yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ego, Kamis (10/7/2025).
Lanjutnya, instruksi dari KONI Pusat terkait pemantauan bakat atau talent scouting telah direspons serius oleh pihak Pengprov.
Data para atlet telah dihimpun dan akan dipersiapkan untuk menghadapi ajang bela diri PON di Kudus.
Selama pelaksanaan pertandingan, situasi berjalan aman dan kondusif. “Memang ada satu-dua insiden cedera ringan, tapi semuanya tertangani dengan baik. Para peserta terlindungi karena telah memiliki BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Total sekitar 1.500 peserta dari sekitar 10 perguruan turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Tiga besar peraih juara umum yakni pertama, Tapak Suci Pimda 1 dengan perolehan 44 emas, 18 perak, dan 3 perunggu. Kedua PSHT Cabang Balikpapan dengan 29 emas, 7 perak, dan 4 perunggu dan ketiga Naga Pertapa Indonesia dengan 26 emas, 18 perak, dan 8 perunggu.
Kejuaraan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet pencak silat di Kaltim terus menunjukkan progres positif.
Editor: Erwin