Plt Ketua KONI Samarinda Muhammad Hatta menjelaskan pentingnya BK sebagai syarat mutlak keikutsertaan dalam Porprov tahun depan.
“Jika tidak mengikuti BK tidak bisa ikut Porprov. Ini sudah menjadi keputusan KONI Kaltim,” kata Hatta kepada Korankaltim.com disela Rakerkot.
Hatta juga mendorong agar pelaksanaan Muskot segera dipercepat guna memperkuat struktur organisasi, serta menyusun program kerja yang mendukung prestasi atlet Samarinda menuju Porprov.
Minimnya fasilitas latihan yang dimiliki sejumlah cabang olahraga (cabor) jadi sorotan dan berharap dukungan anggaran dari Pemkot dan Dispora.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, turut mengapresiasi kontribusi Samarinda dalam ajang PON sebelumnya, dengan menyumbangkan 253 atlet dari total 659 atlet Benua Etam.
“Samarinda menyumbang 29 medali emas, sebagian besar dari cabang beregu. Ini pencapaian luar biasa,” kata Rusdi.
Mutasi atlet dari luar daerah yang dinilai menghambat pembinaan jangka panjang jadi perhatian KONI Kaltim.
“Semua sudah sepakati batas usia 30 tahun dan larangan mutasi dari luar. Ini demi kaderisasi atlet lokal,” jelas Rusdi lagi.
Ia mendorong adanya evaluasi dan peningkatan kualitas tata kelola organisasi.
“Rakerkot ini harus jadi momen introspeksi. Jangan sampai persoalan-persoalan lama terulang kembali. Jadikan Samarinda sebagai kota atlet terbaik di Kaltim,” tutup Rusdi.
Editor Aspian Nur