Paparan pembiayaan dan belanja kebutuhan telah beberapa kali dipresentasikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, mengaku hingga saat ini pihaknya belum dapat melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
Terkait hal tersebut, Rusdiansyah berharap agar proses NPHD dapat segera diselesaikan agar distribusi pendanaan ke cabang olahraga (cabor) bisa berjalan lebih maksimal.
“Kalau NPHD-nya lebih cepat, kami bisa mendistribusikan kepada cabor yang akan berkegiatan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) junior maupun senior,” tegasnya.
Selain Kejurnas, kegiatan-kegiatan lain dari cabor dalam hal peningkatan prestasi atlet, tentu memerlukan pembiayaan yang besar.
Saat ini terdapat delapan cabor yang telah mengikuti Kejurnas. Untuk senior, Kaltim berada di rangking sembilan dengan perolehan empat emas, 10 perak dan 12 perunggu.
Sedangkan yang juniornya, Kaltim berada di urutan lima, dengan 11 cabor yang sudah mengikuti.
“Tetapi dalam kegiatan ini mereka menggunakan dana masing-masing, dan nanti akan direimburs (pergantian dana) oleh KONI Kaltim,” tegasnya.
Dari total angka yang direkab KONI Kaltim, pembiayaan yang digunakan mencapai Rp3,1 miliar, dengan total kegiatan melibatkan 238 atlet, 47 pelatih dan 11 ofisial teknik.
Kendati demikian, angka Rp3,1 miliar dari program peningkatan prestasi ini belum termasuk dengan tiket pesawat yang juga menggunakan sistem at cost.
“Ini adalah 31 cabor dengan 55 kegiatan. Nah kegiatan itu bisa Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), Musyarawah Provinsi (Musprov) cabor-cabor,” bebernya.
“Kemudian mengikuti pelatihan pelatih, pengiriman atlet ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Nah itu termasuk dari 55 kegiatan,” tambahnya.
Rusdiansyah berharap dengan banyaknya kegiatan peningkatan prestasi, NPHD ini bisa cepat selesai.
“Harapan kita mudah-mudahan, dalam waktu yang tidak lama Pemprov akan melakukan NPHD dengan KONI Kaltim dalam hal ini diwakili oleh Dispora Kaltim,” pungkasnya.
Editor: Erwin