Hal ini terbukti tidak hanya melalui pembinaan organisasi, tetapi juga lewat penguatan semangat kewirausahaan dan peningkatan keterampilan hidup atau life skill.
Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim Rusmulyadi menjelaskan, program pembinaan ini dirancang untuk melahirkan pemuda yang mandiri dan mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
“Tujuan kami bukan sekadar membina pemuda dalam organisasi, tetapi juga menyiapkan mereka agar bisa menjadi pencipta lapangan kerja,” kata Rusmul, sapaan akrab Rusmulyadi kepada Korankaltim.com Rabu (4/6/2025).
Satu dari beberapa bentuk nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan seminar kewirausahaan yang berlangsung selama dua hari. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pola pikir wirausaha dan memicu minat generasi muda untuk terjun ke dunia usaha.
Peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi kemudian diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan keterampilan hidup, seperti pelatihan menjadi barista dan profesional barbershop. Program ini telah berjalan secara rutin selama dua hingga tiga tahun terakhir.
“Kami membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa langsung digunakan untuk membuka usaha, seperti teknik membuat kopi atau potong rambut profesional,” jelas Rusmul lagi.
Dispora sendiri hanya memberikan pelatihan dasar. Untuk pengembangan lebih lanjut dan proses sertifikasi, mereka bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja melalui rencana aksi bersama tingkat daerah. “Data peserta kami serahkan ke Disnaker agar mereka bisa mendapat pelatihan lanjutan dan sertifikasi sesuai keahlian masing-masing,” ungkapnya.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda sekaligus mengurangi tingkat pengangguran.
Melalui penguatan sektor kewirausahaan dan pelatihan keterampilan, pemuda diharapkan mampu menghadapi persaingan dunia kerja dengan lebih percaya diri.
Editor: Aspian Nur