Pelatih atletik SKOI Kaltim, Adriansyah Apandy mengatakan bahwa dalam kejuaraan tersebut atlet yang bertanding berhasil memberikan hasil yang terbaik. Terlebih dalam, Kejurnas ini juga sekaligus Seleksi Nasional (Seleknas) Asian School di Brunie.
“Alhamdulillah, kami dari SKOI Kaltim mengirim 12 atlet dan mendapatkan 2 medali emas, 5 perak dan 1 perunggu,” kata Adriansyah saat dihubungi, Rabu (21/5/2025).
Perolehan medali mencakup emas pada nomor lempar martil putri dan lari 100 meter gawang putri. Sementara itu, medali perak diraih pada nomor lari 100 meter putri, 200 meter putri, lempar martil putri, lempar martil putra, dan lempar cakram putri. Adapun medali perunggu diperoleh pada nomor lempar cakram putra.
Meski meraih sejumlah medali, Adriansyah mengaku hasil ini belum sepenuhnya sesuai target. Ia menyebut keterbatasan sarana dan prasarana (sapras), khususnya lintasan atletik, menjadi salah satu kendala utama.
“Memang ada satu anak yang kemarin yang saya targetkan bisa menembus limit Sea Games, kemarin belum tercapai. Karena memang saprasnya itu karena kami terbatas tracknya disini. track di Palaran rusak,” tambahnya.
Untuk itu, Adriansyah menyampaikan pihaknya sangat membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.
Ia mengakui di Kaltim, khususnya di lokasi tempat mereka biasa berlatih, saat ini sedang dilakukan pembongkaran. Stadion Palaran memang tengah mengalami banyak proses pembenahan belakangan ini.
“Termasuk di Stadion Sempaja juga. Jadi untuk di Samarinda pun sapras kami tidak ada. Saya juga sudah melaporkan ke Bidang Prestasi (Binpres) SKOI, untuk bisa dibantu pindah latihan itu di Berau,” imbuhnya.
Di Berau, kondisi lapangan atletik pasca Porprov 2022 dinilai masih cukup layak. Namun, ada kendala lain yang harus dihadapi, seperti ketersediaan tempat tinggal, serta distribusi makan dan minum bagi para atlet.
Untuk urusan pendidikan, pihak SKOI telah menemukan titik terang. Para atlet yang masih bersekolah akan sementara dipindahkan ke sekolah di Berau selama proses latihan berlangsung.
“Jadi yang menjadi masalahnya ya itu tadi, pemindahan makan-minumnya sama asramanya. Itu kendala kami yang masih belum ketemu solusinya,” pungkasnya.
Editor: Erwin