Pendaftaran program ini telah dibuka dan akan menyeleksi 50 peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota.
Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim menjelaskan, PKPMD merupakan program perdana di tingkat provinsi yang disusun secara independen, meskipun terinspirasi dari pelatihan kepemimpinan nasional.
“Melihat antusiasme dan keterbatasan kuota pelatihan nasional, kami merasa perlu membuat versi lokal yang sesuai dengan kebutuhan pemuda di Kaltim,” ujar Rusmulyadi, belum lama ini.
Proses pendaftaran dibuka mulai 5 hingga 25 Mei 2025 melalui platform resmi GoSepakat di laman https://talent.gosepakat.id/course/67. Seleksi administrasi akan dilakukan pada 26 Mei, diikuti oleh ujian tertulis pada 28 Mei dan wawancara final pada 2 Juni. Peserta terpilih akan diumumkan pada 4 Juni dan langsung mengikuti pembekalan sehari setelahnya.
Program ini terbuka bagi seluruh pemuda Kaltim tanpa batasan wilayah, gender, maupun latar belakang. Bahkan penyandang disabilitas turut diundang untuk mendaftar, dengan harapan hasil seleksi mencerminkan keberagaman yang inklusif.
Pelatihan intensif selama enam hari akan diberikan, meliputi penguatan karakter, kedisiplinan, serta pelatihan kepemimpinan.
Kegiatan ini akan dibimbing oleh tim profesional termasuk personel dari TNI/Polri, dengan pendekatan serupa pelatihan nasional.
Tak hanya materi dari institusi besar seperti Korem dan Lemhannas, peserta juga akan mendapat inspirasi dari figur muda Kaltim yang berprestasi, seperti Hana Pratiwi dan influencer lokal lainnya. Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan PKPMD ini diselenggarakan secara gratis, mencakup akomodasi, konsumsi, hingga materi pelatihan.
“Semangat Gubernur Kaltim jelas: kegiatan ini harus tanpa pungutan. Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap pemberdayaan pemuda,” tegas Rusmulyadi.
Dispora Kaltim berharap, program ini menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi pemimpin muda yang akan membawa perubahan di masa depan, baik di level daerah maupun nasional. “Kaltim memiliki lebih dari satu juta pemuda, dan dari angka itu pasti ada banyak sosok potensial. Tugas kami adalah memberi mereka ruang untuk berkembang,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur