Dalam forum tersebut juga membahas rencana penyelenggaraan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) sebagai bagian dari langkah strategis pembenahan organisasi.
Musprovlub ini direncanakan sebagai tindak lanjut atas arahan dari Pengurus Besar (PB) Pesti, menyusul pengunduran diri Ismail, ketua terpilih periode 2023–2027, yang secara resmi menyatakan mundur pada Januari lalu. Sebelumnya, Ismail terpilih melalui Musprov yang digelar pada Februari 2023.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pesti Kaltim, Haidar Fathoni, menyatakan bahwa jajaran pengurus akan segera menggelar rapat pleno guna menyusun langkah-langkah selanjutnya pasca pengunduran diri tersebut.
“Kami lalu mengajukan permohonan ke PB dan KONI Kaltim. PB kemudian menerbitkan SK pada Februari, yang mewajibkan Musprovlub digelar paling lambat enam bulan sejak SK diterbitkan,” ungkapnya, Minggu (20/4/2025).
Lanjutnya, ketua yang terpilih nantinya hanya akan melanjutkan sisa masa jabatan hingga 2027, menyesuaikan dengan periode kepemimpinan sebelumnya.
Pengumuman Musprovlub dilakukan lebih awal agar seluruh pengurus cabang kabupaten/kota dapat mempersiapkan diri. Agenda ini dijadwalkan berlangsung antara akhir Juni hingga awal Juli.
“Kami menghadapi berbagai agenda penting, mulai dari Kejurprov, Kejurnas Junior, hingga Pra Porprov. Jadi kepemimpinan definitif harus segera ditetapkan agar roda organisasi berjalan maksimal,” tegasnya.
Saat ini, proses menuju Musprovlub telah dimulai dengan pemberitahuan ke seluruh pengurus kabupaten/kota. Selanjutnya, Pesti Kaltim akan membentuk panitia pelaksana dan tim penjaringan bakal calon ketua.
“Sebagai Plt, saya tidak ingin semua pekerjaan terpusat pada saya. Fokus kami saat ini adalah menjalankan Rakerprov, menyusun program 2025, dan menyiapkan Musprovlub sesuai AD/ART,” tutupnya.
Editor: Erwin