Hal itu diungkapkan Rusdiansyah Aras pada pertemuan membahas prestasi olahraga Kaltim bersama Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Indonesia juga Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim Kamis (27/2/2025) kemarin di Kolam Ulin Arya Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda.
Diskusi atau pembahasan itu dilakukan demi mencapai prestasi yang tak mudah diwujudkan terlebih saat ini kekuatan atlet-atlet Benua Etam tergerus oleh usia. Diskusi membedah tantangan dan masalah yang ada serta harapan untuk mensinergikan kekuatan membangun olahraga Kaltim yang berjaya dan berdaya.
Dipaparkan Rusdi, tantangan Kaltim ke depan semakin berat dengan adanya wacana penyederhanaan jumlah cabang olahraga pada PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 11 cabang olahraga peraih emas untuk Kaltim yang tak lagi dipertandingkan pada PON empat tahun mendatang.
Kondisi kian rumit dengan darurat atlet, yang mana jika dihitung berdasarkan Technical Hand Book (THB), Kaltim hanya menyisakan 20 persen atlet yang bisa kembali bermain berlaga dan harus dipersiapkan tambahannya sejak saat ini.
"Kalau PON digelar sekarang, saya yakin Kaltim akan terlempar dari sepuluh besar. Karena itu kami ingin agar pembinaan atlet usia dini lebih diperkuat," Rusdi mengungkap kegelisahannya saat diskusi tersebut.
Rusdi menilai pertemuan dengan LeKOP dan DBON sangat menarik karena semua menyampaikan kegelisahan yang berpangkal pada masalah nyaris serupa yaitu kondisi darurat atlet ini seharusnya bisa dijawab dengan pembinaan potensi sejak dini.
"Memang prestasi itu tidak simsalabim, butuh waktu. Kalau itu tidak digerakkan, saya kira ke depannya Kaltim tak bisa berharap banyak," jelas Rusdi seraya mengingatkan pembinaan olahraga tak bisa terwujud jika hanya mengedepankan ego masing-masing.
Sementara Kepala Pelaksana Sekretariat DBON Kaltim Zairin Zain juga tak bisa menyembunyikan kegundahan pasca kepengurusan yang dipimpinnya dibubarkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Dengan program yang sudah dirancang sedemikian rupa serta sudah dibentuknya akademi pembinaan usia dini, pembubaran ini membuat progres yang mulai menampakkan hasil ini terancam terhenti.
“Sebenarnya pembinaan usia dini yang dijalankan DBON menjadi tumpuan harapan KONI Kaltim untuk menjamin ketersediaan atlet masa depan sebagai solusi mengatasi kondisi darurat atlet,” ungkap Zairin.
Zairin menegaskan dirinya tetap berupaya agar akademi yang sudah dibina bisa dilanjutkan, setidaknya sampai tuntasnya penggunaan anggaran di Maret bulan depan. Setelah itu, terkait keberlanjutan program DBON akan ditarik sepenuhnya oleh Dispora Kaltim.
Zairin tak bisa membayangkan nasib anak-anak dari sejumlah kabupaten/kota yang direkrut di akademi jika program ini juga nantinya dibubarkan. Apalagi, rata-rata orangtua atlet di akademi sudah menyatakan keberatannya jika ini dihentikan. Mereka berharap, akademi tetap bisa dilanjutkan, karena menyangkut juga keberlangsungan pendidikan para siswa.
Pembina LeKOP Indonesia H Achmad Husry menyebut dari paparan yang disampaikan KONI dan DBON Kaltim, ada kesamaan terkait kesinambungan pembinaan atlet di masa yang akan datang.
"Karena ada kondisi darurat atlet, bagus untuk dibicarakan secara teknis, terkait dengan aspek politis dan yuridisnya. Karena memang kemajuan olahraga tak terlepas dari kebijakan pemerintah juga," kata Husry didampingi Ketua LeKOP Indonesia Iman Surya.
"Masalah yang ada di DBON dimana mereka sudah melaksanakan kegiatan pembinaan usia dini saya pikir ini perlu dibicarakan secara tenang," tegasnya.
Husry pun sangat menyayangkan kondisi yang dialami DBON. Karena pembinaan melalui akademi yang sudah berjalan ini juga diharapkan menjadi solusi atas kondisi yang dialami KONI, yang kehilangan banyak atlet berprestasi. "Disayangkan sudah ada investasi di DBON berupa atlet usia dini yang potensinya sudah diprogramkan bisa digunakan KONI di masa depan. Saya rasa sinergi ini sebenarnya sangat bagus, walau secara politis-yuridisnya harus klir. Semua tentu ingin olahraga Kaltim itu berdaya dan berjaya," pungkas Husry
Editor: Aspian Nur