Pelatihan ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, dimulai pada 3 hingga 6 Januari 2025 hingga pukul 12.00 WITA. Kemudian di 6 Januari 2025 pukul 13.00 WITA dan pada sesi berikutnya berlangsung hingga 9 Januari 2025.
Ketua Pelaksana Pelatihan Pelatih Fisik, Ego Arifin bahwa secara keseluruhan hasil pelatihan belum diterimanya.
“Hasilnya secara keseluruhan belum keluar, saya masih menunggu konfirmasi, setelah mereka balik. Tidak sampai seminggu, kemungkinan tiga hari katanya,” ucap Ego, Kamis (9/1/2025).
Meskipun demikian, dua nama pelatih dari dua cabang olahraga (cabor) berbeda telah terpilih sebagai peserta terbaik, sama seperti beberapa sesi sebelumnya yang juga menghasilkan dua peserta terbaik. Narasumber, pemilihan ini memang dilakukan dengan tujuan untuk mencari pelatih terbaik.
Setelah pelatihan di Kutai Kartanegara, pelatihan untuk pelatih fisik selanjutnya akan dilanjutkan ke Kabupaten Paser dan KONI Paser sudah siap untuk menyelenggarakan pelatihan pada 17 Januari 2025.
“Paser Insya Allah siap, pematerinya tetap Profesor Ria Lumintuarso. Setelah kami konfirmasi, mereka satu sesi saja, karena ternyata mereka cukup kewalahan untuk mencari SDM (Sumber Daya Manusia/pelatih fisik),” imbuhnya.
Sehingga nanti pada saat pelaksanaan di Paser, peserta akan menyesuaikan jumlah cabornya, yang akan diwakili masing-masing 1 orang.
Miliki target 1.000 pelatih fisik, Ego menekankan misi itu memang sangat baik, mengingat pengalaman di PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) kemarin.
“Akhirnya targetnya ketum kan 1.000, tapikan yang namanya target, kita maunya segitu. Tapi di daerah-daerah kan kemampuannya berapa. Jadi tergantung kemampuang daerahnya,” tegasnya.
Ego menegaskan pada tahun ini pelatihan pelatih fisik ini harus selesai di 2025 untuk semua kabupaten/kota.
Selama bulan Ramadan nanti kegiatan ini akan full diistirahatkan, sehingga akan menyusul setelah IdulFitri mendatang.
“Maret puasa kan, sebulan istirahat, trus bulan berikutnya kita selesaikan untuk level I,” pungkasnya.
Editor: Erwin