Speed, freestyle, higreat dan sketboard adalah nomor yang dipertandingkan. Untuk speed dan freestyle telah main sejak 21-22 Desember, sedangkan higreat dan sketboard main di 28 Desember nanti.
Ketua Panitia Penyelenggara, Ari Pramono mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk pembinaan, dan persiapan menuju Porprov di Paser 2026 mendatang.
“Iya kemungkinan besar 4 tahun lagi, anak-anak ini yang kelas umurnya 15 ya bisa kita persiapkan ke PON NTB dan NTT,” kata Ari, Minggu (22/12/2024).
Peserta berasal dari Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar) dan Paser. Untuk speed diikuti 175 peserta, freestyle ada 20 peserta, sedangkan higreat dan sketboard pendaftaran masih terbuka dan peserta saat ini 25 peserta.
Dia juga tidak memungkiri, beberapa atlet senior yang kemarin terlibat di PON Aceh dan Sumut juga diturunkan.
“Ada teman-teman PON, kenapa anak-anak PON kita masukkan untuk kelas senior, supaya dilihat dengan junior, kalau kita punya atlet-atlet senior yang sudah turun di PON. Sebagai acuan dan contoh buat mereka,” tuturnya.
Meski diperbolehkan turun, namun pemain PON Aceh dan Sumut ini juga diberikan kelas yang berbeda dari atlet pemula lainnya.
Dua tahun berjalan, dia berharap sepatu roda Kaltim secara umum bisa berkembang. Ari juga mengaku antusias tahun ini lebih banyak ketimbang tahun lalu.
“Yang baru-baru atau pemula ini lebih banyak, mungkin karena sepatu roda ini jarang buat event. Jadi antusiasnya juga cukup tinggi,” tutupnya.
Editor: Erwin