Mereka adalah Iqbal Candra Pratama, Dinda Nuraidha, dan Annisa Maulida, yang masing-masing berasal dari kategori senior dan junior.
Keberangkatan para atlet ini didukung oleh dua pelatih khusus untuk mendampingi persiapan mereka selama kompetisi.
Wakil Ketua Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim, Ego Arifin, menegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki nilai strategis untuk mempromosikan pencak silat di panggung Internasional.
“Kejuaraan ini adalah langkah penting untuk memperkenalkan pencak silat ke dunia, terutama di kawasan Timur Tengah dan Eropa. Harapannya, cabang olahraga ini dapat diakui di Olimpiade mendatang,” ujarnya, Senin (9/12/2024).
Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat) sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir untuk membuka acara ini.
Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat posisi pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang layak dipertandingkan di tingkat global.
“IOC dikabarkan akan turut menyaksikan kejuaraan ini. Semoga pencak silat bisa menjadi salah satu cabang olahraga resmi di Olimpiade Los Angeles 2028,” tambah Ego.
Selain sebagai ajang kompetisi ini juga menjadi platform untuk menjalin dukungan dari negara-negara tetangga di Asia, termasuk Asia Selatan dan Timur.
Meskipun dukungan dari Asia Tenggara telah cukup kuat, masih ada upaya untuk memperluas pengakuan pencak silat di negara seperti China dan Korea.
“Pencak silat kini telah berkembang, baik dari segi regulasi maupun teknik. Ini menunjukkan bahwa olahraga ini dinamis dan mampu bersaing di kancah internasional,” pungkas Ego.
Editor: Erwin