Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menyebutkan atlet harus konsisten dalam menjalani proses latihan.
“Yang kita koreksi khususnya Kontingen Kaltim, pertama adalah konsistensi para atlet dalam berlatih,” kata Rasman pada Koran Kaltim, Jumat (1/11/2024).
Menurutnya, banyak atlet yang serius berlatih diakhir-akhir masa seleksi atau mendekati keberangkatan Babak Kualifikasi (BK) PON.
Ia inginkan pasca dan menuju PON selanjutnya, atlet dengan prestasi gemilang harus tetap berlatih setiap hari selama empat tahun penuh.
Dengan konsistensi, akan banyak pertandingan yang dimenangkan, baik di Kaltim maupun di luar Kaltim dan hal ini dapat turut menambah jam terbang dan kekuatan.
“Kita lihat atlet-atlet dengan prestasi gemilang, dia tidak pernah absen untuk berlatih. Menjaga kebugaran badannya, dan menjaga makanannya,” tuturnya.
Iqbal dari cabang olahraga (cabor) silat, Aliansyah alias Bagong dari cabor gulat, Widari dari cabor angkat berat merupakan bukti nyata dari konsisten dalam berlatih.
Ketiganya, tidak pernah absen menyumbangkan medali emas di PON. Bahkan Iqbal dan Bagong berhasil amankan medali emas SEA Games.
Sementara Widari, lifter angkat berat putri asal Kutai Kartanegara sempat mengharumkan Indonesia di kejuaraan angkat berat dunia dengan meraih medali emas pada IPF World Open Powerlifting Championship 2019 di Dubai. Sejak itu Widari mendapatkan gelar juara dunia angkat berat.
Sehingga, ketiga atlet ini harusnya bisa menjadi contoh. Apalagi, sebelum PON berlangsung, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim sudah berikan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) enam bulan.
Editor: Erwin