Sampai saat ini Widari mengaku masih sabar menanti keluarnya sisa bonus yang dijanjikan pemerintah yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan program latihan. “Saya sedang persiapan menghadapi kejuaraan dunia di Chile November bulan depan, jadi perlu persiapan yang harus didukung dengan dana tidak sedikit. Makanya saya berharap bonus bisa cair untuk membeli suplemen dan keperluan lainnya,” papar Widari kepada Koran Kaltim kemarin.
Diungkapkan atlet asal Kota Tepian ini, untuk program latihan satu bulan dirinya memerlukan biaya sekitar Rp4 juta. “Terbanyak untuk biaya suplemen. Yang jelas untuk persiapan memerlukan biaya besar dan saya masih bingung karena sekarang ini belum ada keluar lagi bonus sementara saya perlu untuk biaya latihan,” paparnya.
Atlet dengan spesialisasi 48kg ini mengaku kecewa karena bonus tahap kedua tak juga mengucur. “Kalau sampai tidak dianggarkan pastinya sangat kecewa karena itu sudah menjadi janji gubernur dan kami sudah berjuang mati-matian untuk membela nama daerah, jadi kami berharap bisa segera keluar bonusnya karena banyak dari kami yang berharap dari sisa bonus itu,” ucap Widari lagi.
Seperti diketahui, sisa bonus yang belum dicairkan oleh pemerintah kepada atlet, pelatih dan manajer sebesar Rp14 miliar melalui APBD Perubahan 2017. Namun ternyata anggaran bonus itu tidak ada dan membuat forum olahraga mengadu kepada KONI Kaltim dua hari lalu. (rgn)