Pelatih kempo Kaltim, Mansyurudin K Junus, menyebut turunnya capaian kempo pada event kali ini dipengaruhi oleh aturan yang baru.
“Dengan aturan yang baru, persaingan semakin ketat buat anak-anak. Ada yang kemarin main sampai enam kali tanding. Tapi anak-anak luar biasa, karena mereka sudah maksimal,” kata Masyur, Jumat (20/9/2024).
Dua emas diperoleh dari embu beregu putra dan embu beregu putri. Untuk perak pada embu pasangan kyukenshi putra, embu pasangan I dan, embu pansangan kyukenshi putri, embu beregu campuran. Pada perunggu di embu pasangan putri II/III dan, embu pasangan campuran kyukenshi,.
Mansyur menjelaskan, pada PON kali ini permainan head to head. “Baru kemudian nilainya ditentukan. Memang tetap ada peluang kalau misalnya kalah sekali, kita masih berpeluang di nomor lain, setelah kalah dua kali baru kita out,” jelasnya.
Diakui Mansyur, atlet di PON kali ini benar-benar dituntut mempunyai fisik yang prima. Terlebih durasi pertandingan yang lebih banyak.
Termasuk untuk nomot beregu putra dan putri, mereka harus melalui empat sampai lima pertandingan baru bisa meraih medali emas.
“Kita main di nomor 14 nomor 2 randori, sudah gugur kemarin dari kedua. Sisa 12 nomor yang kemarin kita main sampai hari ini dengan beberapa nomor final, sekitar empat atau lima,” jelasnya.
Editor: Supiansyah