Setelah dua kali masuk sebagai provinsi terbaik diluar DKI Jakarta serta Jawa dan berada di 5 Besar PON XVIII tahun 2012 disusul PON XIX 2016, secara dua kali beruntun pula pada PON XX/2021 dan PON XXI/2024, kontingen Benua Etam tersingkir dari persaingan di papan atas tersebut.
Kalau pada PON XX/2021 di Papua kontingen Kaltim berada diposisi ke-7, pada PON XXI/2024 yang untuk pertama kalinya berlangsung di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara dan berakhir Jumat (20/9/2024) hari ini, prestasi tersebut kembali menurun, yang mana Kaltim hanya menempati posisi ke-8.
Kaltim kalah bersaing dengan dua tuan rumah dan provinsi Bali yang menyelip diantara Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Tengah pada perolehan medali emas terbanyak di klasemen akhir.
Pada pesta olahraga multievent empat tahunan tingkat nasional tahun ini, Kaltim total membawa pulang 152 medali, dengan rincian 29 emas, 55 perak dan 68 medali perunggu.
Sejatinya medali emas yang diraih atlet-atlet Kaltim lebih banyak ditahun ini dibanding saat PON Papua yang mana saat itu Kaltim hanya mendapatkan 25 emas, 33 perak dan 42 perunggu dengan total medali 100 keping, namun lagi-lagi keberadaan tuan rumah yang menyalip diantara provinsi langganan juara membuat posisi Kaltim harus terlempar dari lima besar.
“Capaian kontingen Kaltim dalam PON ini, hasilnya juga sama-sama kita ketahui, sampai saat ini 29 medali emas. Dari jumlah ini yang masuk final ada hampir 80 tapi yang bisa meraih medali emas hanya sekitar 29,” kata Rusdiansyah Aras, Ketua Umum KONI Kaltim dalam jumpa pers bersama media Jumat (20/9/2024) sore tadi di Banda Aceh.
“Kalau hitungan medali keseluruhan, Kaltim lebih banyak dari Bali yang ada di posisi 7, tapi karena yang dihitung emasnya Bali dapat 36 sementara kita 29, karena itu Kaltim ada di posisi 8,” jelas Rusdi.
Dengan target awal 5 Besar, seharusnya Kaltim bisa mendapatkan 34 medali emas, namun kekalahan demi kekalahan atlet Kaltim di final membuat medali emas “tersapih” jadi perak.
Atas nama KONI Kaltim, Rusdi pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kaltim karena target 5 Besar kembali tak terpenuhi.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kaltim atas kegagalan ini. Saya tidak mau mencari kambing hitam, tetapi ini jadi evaluasi bersama,” ucapnya.
Rusdi mengakui banyak cabang olahraga andalan Kaltim yang belum bisa menghasilkan emas, seperti sepatu roda dan anggar juga beberapa lagi yang lepas dari target capaian medali seperti layar yang semula menargetkan 6 emas namun hanya berhasil mendapatkan enam juga kempo target 4 emas, tapi hanya dapat 2 emas.
“Sekali lagi saya mohon maaf kepada masyarakat dan berterima kasih pada seluruh patriot olahraga yang sudah berjuang,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur