Pelatih panahan Kaltim Harmaji mengakui lawan yang dihadapi pada ajang ini cukup berat. “Memang berat, kami ketemu Jawa Tengah dari awal, selalu terbentur dengan mereka. Tahun ini kekuatan panahan di Indonesia ada di Jateng, dulu Jawa Timur,” kata Harmaji kepada Korankaltim.com Kamis (19/9/2024) hari ini di Banda Aceh.
“Di final selalu terhadang Jawa Tengah, terakhir hari ini di nomor standar bow. Tapi di nomor compound kami unggul,” lanjutnya.
Pada nomor standar bow mereka memang kalah dengan Jateng. Tapi target medali mereka di PON ini memang terlampaui karena awalnya hanya satu emas. Tim panahan Benua Etam mengikuti 13 nomor dari 19 nomor yang dipertandingkan.
Medali emas berhasil diraih pada nomor compound perorangan putri atasnama Rohani Sephia dan beregu putri yaitu Adzraa Aathirah, Nola Abrillia dan Rohani Sephia. Medali perak di nomor total standar bow putri. Sedangkan perunggu di nomor mix team.
Angin kencang di Banda Aceh menjadi kendala saat pertandingan tak hanya tim Kaltim tapi juga beberapa provinsi lainnya. Berkaca dari hal itu Harmaji menginginkan lokasi latihan dan seleksi atlet di tempat yang lebih esktrem, agar pada PON selanjutnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka sudah siap.
Sampai saat ini kontingen Kalimantan Timur masih berada di posisi 9 klasemen raihan medali dengan 20 emas, 43 perak dan 55 perunggu, total 118 medali yang berhasil dikumpulkan.
Editor: Aspian Nur