Berlangsung di Kabupaten Aceh Besar, Basira Anwar merebut medali perak di kelas 48 kg, Nindya Ragil juga perak di kelas 70+ kg. Sedangkan Ellyana Azahra berhasil menduduki posisi pertama, medali emas di kelas 52 kg.
Raihan ini cukup mengejutkan, mengingat pelatih tidak diperbolehkan untuk mendampingi atlet secara langsung.
Pelatih Kurash Kaltim, Wawan Setiawan membenarkan hal tersebut. Jadi dari pihak pengurus besar (PB), apabila tak memiliki lisensi B, maka tidak boleh mendampingi.
“Jadi yang boleh itu hanya kemarin yang diikutkan pelatihan di Jakarta itu. Kita di balik layarnya saja, kemudian masuknya, yasudah kita lepaskan dan diserahkan ke atlet semua,” bebernya.
Kurash Kaltim mengirimkan lima atlet, dua putra dan tiga putri. Satu emas dan satu perunggu ini masih lepas dari target yang sebelumnya sudah diberikan. Namun, sudah melebihi BK PON tahun lalu.
Manajer Kurash Kaltim, Akhmad Sofyan mengaku sangat puas dengan penampilan atletnya. Diakui sejak awal memang dia sudah memprediksi tiga medali.
"Artinya bisa saja emas satu, bisa saja perak dan perunggu, ternyata prediksi saya benar tiga medali. Motovasi saya kedepannya, ini bisa berjalan dengan baik. Tapi tetap mengikuti aturan mekanisme yang ada," terangnya.
Usai menerima medali, pelatih medali emas atas nama Ellyana Azahra langsung menerima uang tunai Rp40 juta dari KONI Kaltim.
Editor: Supiansyah