Bertanding di Gedung Gelanggang Mahasiswa, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Selasa (10/9/2024) sore kemarin, empat medali tersebut diraih judo Kaltim dari Erika Singgi kelas 48 kilogram, Bagus Satria Putra (-60 kg), Yaumil Aqsharini (-52 kg) dan Muhammad Deni (-66 kg).
Kepada Korankaltim.com usai pertandingan, pelatih judo Kaltim Siti Aminah mengatakan persiapan mereka cukup panjang yaitu enam bulan di pemusatan latihan daerah (Pelatda). Namun kekurangan sparring partner atau lawan tanding jadi masalah karena para atlet tidak bisa mengukur kemampuan juga melihat kekuatan dari lawan.
“Tim judo Kaltim hanya sembilan orang dan tidak ada sparing partner, jadi ketemunya itu lagi dan itu lagi padahal kami perlu lawan tanding untuk meningkatkan kemampuan sekaligus melihat kekuatan lawan,” papar Ami, sapaan akrab Siti Aminah.
Peraih medali emas pada cabang olahraga judo di PON XXI/2024 ini disebut Ami rata-rata judoka yang membela Indonesia alias berlabel atlet nasional dan bertanding di Olimpiade, karena itu dirinya sudah bisa membaca Kaltim sulit bisa melampaui kekuatan lawan.
“Dari DKI Jakarta dan Jawa Barat berstatus atlet nasional dan berlaga di Olimpiade, jadi kekuatan mereka itu sudah diatas rata-rata kami,” ungkapnya.
Namun judo Kaltim masih bisa berharap medali emas dari kelas berat dan masih menantikan atletnya bisa untuk masuk ke final. Judo Kaltim sendiri masih belum memenuhi target yang diberikan saat publikasi target dari KONI Kaltim yakni satu emas.
Editor: Aspian Nur