Satu pelatih mereka yaitu Warni Widodo, dicoret dan harus dikeluarkan dari Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Kaltim terhitung sejak pekan ini karena kesalahan fatal, berstatus pelatih di provinsi lain.
Komandan Pelatda Kaltim Ego Arifin kepada Korankaltim.com Minggu (1/9/2024) hari ini menjelaskan, KONI Kaltim sudah secara resmi mengeluarkan Warni Widodo dan sangat menyayangkan karena saat Pelatda Kaltim sedang fokus menyiapkan pelatih dan atlet, diujung Pelatda justru ada pelatih yang melakukan tindakan yang melanggar sportivitas.
“Diujung Pelatda kami dapat surat yang isinya menyatakan pelatih kick boxing atas nama Warni Widodo juga ikut dengan daerah lain dalam kontingen PON. Jadi kami dapat suratnya langsung, bukan dari katanya atau adanya laporan,” ungkap Ego.
“Setelah menerima surat itu kami langsung rapat. Saya sebagai komandan Pelatda menyampaikan kepada KONI karena apa yang terjadi ini di Pelatda. Kami koordinasi dengan bidang hukum dan Binpres, keputusan akhir pelatih tersebut kami keluarkan dari Pelatda dan kontingen,” tegas Ego.
Karena pencoretan Warni kini pelatih kick boxing Kaltim hanya tersisa satu orang yaitu Ricky Asriel Refualu . Warni Widodo sendiri sudah dipanggil terkait pencoretan dirinya. Saat dipanggil si pelatih sempat menyangkal keterlibatannya di kontingen lain termasuk perihal surat yang dikirimkan ke KONI Kaltim tersebut.
Untuk kebijakan sanksi lain Ego masih menunggu kepusan KONI karena saat ini fokus utama mereka adalah keberangkatan kontingen hingga mencapai target di lima besar.
Untuk Warni Widodo sudah tidak boleh lagi melatih atlet Kaltim di event apapun sekalipun kejurnas. “Sebenarnya pelatih itu tidak sekali ini saja membuat kesalahan tapi sudah kesekian kalinya. Karena itu sudah tidak ada toleransi,” ucapnya.
Adapun kesalahan lain dari Warni Widodo adalah menggunakan joki tes kesehatan untuk atletnya dan itu masih ditoleransi oleh Pelatda. Yang fatal, pelatih tersebut membawa atlet daerah luar untuk ikut berlatih di Kaltim padahal atlet daerah luar tersebut juga akan menjadi lawan atlet Benua Etam pada pesta olahraga multieven empat tahunan tingkat nasional tersebut. Yang terakhir yaitu terdaftarnya Warni Widodo sebagai pelatih di provinsi lain padahal namanya juga terdaftar di Pelatda dan kontingen Kaltim.
Atas semua yang sudah dilakukannya, Warni Widodo diwajibkan mengembalikan fasilitas selama Pelatda termasuk dengan gaji yang diterimanya selama enam bulan sebagai pelatih.
Editor: Aspian Nur