Ketua Panitia Pelaksana Rakor, Firmanuddin Djafar mengatakan rakor ini digelar, untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov Kaltim ke VIII di Paser nanti.
“Seperti yang kita ketahui, Porprov ke VIII tahun 2026 merupakan ajang prestesius baik untuk atlet, pelatih maupun seluruh olahraga di Kaltim,” ujar pria yang akrab disapa Firman itu.
Berkaca pada Porprov di Berau 2022 lalu, Firman menegaskan persiapan yang matang dan kolaborasi antara KONI Kaltim dengan KONI kabupaten/kota terbilang penting. Pada rakor ini, rancangan peraturan di Porprov di Paser nanti akan menjadi materi dalam rakor itu. Peraturan ini nantinya, akan menjadi pedoman bagi seluruh atlet dan pelatih dalam mempersiapkan Porprov ke depan.
Peraturan ini mencakup banyak aspek. Di mana, Firman menjabarkan seperti kualifikasi atlet dan tata cara pelaksanaan Porprov. “Dengan peraturan yang jelas dan trasparan, kita akan menciptakan lingkungan yang adil dan kompetitif bagi seluruh peseranya,” tegasnya.
Selain itu, dijelaskannya jika rakor ini juga akan membahas rancangan mutasi atlet. Di mana, mutasi atlet merupakan hal yang sudah biasa. Dijelaskannya, jika mutasi atlet merupakan hal yang strategis dan efektif untuk memperkuat tim setiap kabupaten/kota.
“Oleh karena itu kita perlu melakukan analisa yang mendalam terkait dengan mutasi atlet ini. Agar dapat mengoptimalkan potensi atlet yang ada disetiap kabupaten/kota,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menyinggung, dengan adanya perkembangan potensi atlet di kabupaten/kota nantinya berpengaruh pada even-even besar.
Dia juga mengatakan, Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) sudah di depan mata. Di mana, pada Maret mendatang semua cabang olahraga (cabor) yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) bersiap.
“Pada PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) semuanya memberikan kontribusi terbaik bagi kontingen Kaltim. Meskipun yang diujung Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) tetap juga memberikan kontribusi sebanyak 3 atlet,” urainya.
Dari lima besar yang disumbangkan kabupaten/kota, terdiri dari Samarinda 213 atlet, Kutai Kartanegara (Kukar) 115 atlet, Balikpapan 108 atlet, Berau 59 atlet, dan Kutai Timur (Kutim) 58 atlet. Hanya menyebutkan lima besar penyumbang atlet pada BK PON di 2023 lalu, tak membuat daerah lain putus semangat. Dirinya terus mendorong adanya peningkatan sumbangsih dari daerah lain.
Editor: Maruly Z