Niatan Andi menjanjikan bonus tersebut disampaikannya sesaat setelah dibagikannya bonus peraihan medali di babak kualifikasi (BK) PON 2023 lalu. Dia juga mengatakan, dalam mencapai prestasi olahraga khususnya pencak silat, tentu ada beberapa aspek yang mempengaruhinya.
“Yang pertama aspek mental spiritual, aspek seni budaya, serta aspek bela diri, dan aspek olahraga. Ini pula yang saya tekankan sebelum atlet IPSI Kaltim berangkat mengikuti BK PON di Solo beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Pada aspek spiritual, dia menekankan bahwa secara skil individu, berkat pelatihan yang cukup lama, try out, dan even lain yang telah diikuti menjadi modal awal seorang atlet dengan kualitas yang bagus.
Tetapi untuk menjadi atlet berkualitas tidak hanya cukup di situ, mental juga harus masuk dalam modal itu. Dia menjelaskan, jika mental juara tidak bisa terbentuk dengan sendirinya, akan ada proses interaksi dan pengalaman.
“Kalau di olahraga sering disebut jam terbang, semakin tinggi dan semakin banyak even yang kita ikuti serta ditambah dengan keluasan confident (percaya diri) untuk menjadi juara, maka itu bisa membentuk mental kita menjadi petarung, pesilat tangguh dan pesilat hebat yang insyaallah akan menjemput juara,” tegasnya.
Disamping itu, lebih spesial lagi bagi para pesilat, karena olahraga ini merupakan olahraga yang asli berasal dari Nusantara.
“Letak double impact kita, karena silat merupakan olahraga asli Nusantara. Kita bisa bicara bela diri lain, sam sekarang salah satu ukuran kemajuan sebuah bangsa tidak hanya pada aspek teknologi, tapi juga di budaya bahkan intaksi antar aspek seni budaya dan aspek teknologi sekarang maikin terkemuka,” urainya.
Maka dia berharap dengan bonus yang dijanjikan ini membawa para pendekar di Kaltim terus menambah jam terbangnya. Bonus Rp350 juta ini diberikan per medali emas dan per kelas, artinya apabila peraih medali main di kelas beregu, bonus yang diberikan akan dibagi. Sedangkan jika perorangan maka bonus diterima sendiri.
Editior: Maruly Z