Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat)Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Adam menyampaikan, selekprov ini adalah bagian persiapan untuk menuju pra Pekan Olahraga Nasional (PON). “Selekprov yang kita lakukan pada hari ini sebagaimana lazimnya sebelum kita ikut dibabak kualifikasi atau yang sering disebut pra PON,” ujarnya.
Adam menyampaikan seleksi di internal dilakukan secara matang untuk meneruskan tradisi emas, sebelum nantinya para atlet akan menjalani tes fisik di KONI Kaltim. Dia katakan, cabor tarung derajat Kaltim selalu berhasil menjadikan raihan emas sebagai tradisi, untuk itu pihaknya akan menjaga tradisi tersebut sehingga kegiatan hari ini sangat relevan petarung yang akan dikirimkan menuju kualifikasi.
“Pasti ada proses seleksi di internal kita sebelum dikirimkan, karena kita tentu harus mengirim petarung baik itu bebas putra dan putri maupun seni gerak, tentu kita akan cari yang terbaik,” jelasnya.
Pra PON sendiri bakal berlangsung di Bandung pada Oktober 2023 mendatang. Babak kualifikasi ini dijelaskan Adam merupakan momen penentu menuju PON Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) 2024 mendatang. “Seberapa banyak kuota yang kita bisa ambil untuk ikut di PON, jadi kalau kita tidak maksimal di babak kualifiksi tentu kita tidak bisa berharap lebih banyak di PON,” jelasnya.
Dirinya berharap pada seleksi ini bisa mengeluarkan petarung yang terbaik dan kemudian bisa mengikuti semua nomor tanding dalam babak kualifikasi hingga ke PON 2024. Dari 50 atlet yang mengikuti selekprov ini hanya akan menyisahkan 18 atlet sesuai dengan nomor tandingnya pada pra PON nanti.
Editor: Maruly Zainuddin