Puluhan pelati dari lima daerah di Kalimantan Timur berlomba pada ajang ini yang merupakan Seleksi Provinsi (Selekprov) cabang olahraga Lari Trail yang baru pertama kali digelar di Kota Tepian.
Lari trail sendiri sebenarnya sudah ada puluhan tahun yang mana olahraga ini menggabungkan ketahanan fisik, adrenalin dan ketrampilan dan semakin banyak digemari masyarakat, baik dikalangan anak muda maupun orangtua.
Zairin Zain menaruh respek perkembangan olahraga tergolong ekstrem yang masuk dalam binaan DBON Kaltim ini.
“Cabang olahraga ini memberi warna tersendiri, mengingatkan kita semua kepada olahraga lintas alam atau bagi masyarakat etnis Tionghoa dikenal dengan On On. Perkembangannya kini sudah masuk dalam olahraga masyarakat dan prestasi. Pada PON XXI di Sumatera Utara dan Aceh 2024 juga akan dilombakan meski masuk ekshibisi.
Kaltim sudah memiliki satu atlet nasional yang dalam Fornas 2023 di Jabar, berhasil menyabet medali perunggu dari cabang olahraga ini,” papar Zairin.
Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kalimantan Timur Irla menjelaskan, pada selekprov ini dua nomor dilombakan yaitu lari jarak jauh 72 kilometer yang dikuti 8 peserta dari 5 daerah putra dan putri dan lari jarak pendek 36 kilomter yang diikuti 20 peserta putra dan putri .
“Dari masing-masing nomor hanya satu orang putra dan putri yang berhak mewakili Kaltim ke Kejurnas di Bogor 21 September nanti. Cabang olahraga ini semakin berkembang diseluruh wilayah Kaltim sekarang ini,” jelas Irla.
Editor: Aspian Nur