Sosialisasi dihadiri Bupati Kutai Timur Drs H Ardiansyah Sulaiman serta stake holder olahraga di kabupaten tersebut antara lain pengurus KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga pengurus 14 cabang olahraga yang berada dibawah naungan DBON Kaltim.
“Pak Ardiansyah menyambut baik sosialisasi yang kami laksanakan disana dan meminta agar Kutai Timur segera membentuk DBON,” jelas Sugeng Mochdar kepada Korankaltim.com Rabu (16/8/2023) hari ini.
Pada sosialisasi tersebut Timur Lury Saksono menyampaikan keberadaan DBON yang bertugas mencetak atlet usia dini usia 9 sampai 12 tahun, usia 13 sampai 15 tahun dan usia 16 sampai 18 tahun. “Dengan adanya pembatasan usia atlet yang dibina DBON Kaltim tentu tidak mengganggu fungsi dan tugas organisasi olahraga lain khususnya KONI, justru KONI diuntungkan dengan kehadiran DBON ini,” tegas Sugeng.
Nantinya atlet-atlet yang dicetak dan dibina DBON Kaltim setelah jadi atlet senior berprestasi dan masuk kelompok elite akan kembali ke cabang olahraga masing-masing yang dinaungi KONI. “KONI di daerah bisa memanfaatkan dan memberdayakan atlet berpestasi itu untuk mengangkat nama daerah tak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional,” paparnya.
Sosialisasi juga menyampaikan keberadaan DBON Kaltim untuk bersinergi dengan beberapa unsur baik itu KONI, Dinas Pendidikan (Diknas) juga Dispora, mengintegrasikan satu sama lain membina olahraga, mencetak atlet usia dini agar jadi atlet elite berprestasi membela Indonesia mulai dari SEA Games,Asian Games hingga Olimpiade.
“Untuk jadi atlet elite perlu 10 ribu jam Latihan atau selama satu tahun, karena itu DBON Kaltim memiliki kepentingan untuk membentuk lembaga ini di daerah-daerah, memfasilitasi agar pembinaan berjenjang sesuai keinginan, DBON daerah menyumbang atlet ke DBON Provinsi dan DBON Provinsi ke DBON Pusat,” paparnya.
Dengan sosialisasi di Kutai Timur, tinggal empat daerah lagi di Kaltim yang belum disambangi pengurus DBON yaitu Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), Bontang dan Berau. “Insha Allah dalam waktu dekat akan dilaksanakan sosialisasi di kota atau kabupaten yang belum didatangi DBON,” pungkas Sugeng.
Editor: Aspian Nur