Asisten III Setkab Kukar Totok Heru Subroto didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni mengatakan konsep dari DBON sendiri bertujuan pada target-target besar, sehingga upaya-upaya yang harus dilakukan juga harus besar dan luar biasa.
"Makanya dibentuklah DBON ini, untuk di tingkat kabupaten namanya DBOD (Desan Besar Olahraga Daerah), intinya kalau mau ada perubahan besar harus ada kerja keroyokan, kerja gotong royong kolaborasi, karena yang dikoordinasikan yang digerakkan ini tidak hanya satu dua tapi banyak ada olahraga sendiri, industri, pariwisata, ada kesehatan, akademik kalangan kampus, pendidikan, perdagangan, Perkim, PU dan dampaknya itu menjadi tujuan akhir," ujar Totok usai menerima kunjungan Deputi III Kemenpora RI dalam kegiatan sosialisasi DBON di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, kemarin.
Visi dari DBON ini membentuk manusia yang bugar berkarakter, unggul serta berprestasi tingkat dunia. Untuk kemudian dijabarkan di-breakdown di tingkat kabupaten.
"Fungsi koordinasi tadi tidak mungkin kalau yang melaksanakan bukan kepala daerahnya makanya harus gubernur bupati dan walikota. Kutai Kartanegara baru pertama yang membentuk DBOD-nya di Kalimantan Timur karena ini barang baru kami belum menyentuh (terkait penganggaran) kesitu meskipun sudah ada RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) sudah berkoordinasi untuk sepemikiran perubahan besar itu kami belum, artinya apa misalnya dalam hal pembagian kerja di bagian anggaran itu kan masih sendiri-sendiri dan masih sporadis, dikit-dikit kalau menyinggung olahraga pasti itu Dispora, padahal ukuran masing-masing terkait olahraga ada di dinas teknis lainnya," ungkap Totok.
Menindaklanjuti terkait konsep DBOD ini, Asisten III bersama Dispora segera berkoordinasi dengan Bupati Edi Damansyah dan akan mensosialisasikan kembali di lingkup kabupaten. Menyikapi hanya ada 14 cabang olahraga yang masuk dalam DBON, pihaknya menegaskan hal tersebut tidak menjadi patokan dan bisa saja berubah menyesuaikan dengan perkembangan selanjutnya. Ke-14 cabang olahraga itu adalah bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, senam artistic dan pencak silat
"Yang 14 cabang olahraga itu memang target-target nasional. Maksudnya itu ditentukan oleh tingkat nasional itu berdasarkan evaluasi misalnya kita mau jadi nomor satu dunia kan jangan muluk-muluk, jadi kita evaluasi mana yang kira-kira maka terkerucut lah 14 cabang dan 14 cabang itu tidak saklet kalau dalam perjalanan ada yang menurun kemudian ada yang potensi yang muncul itu bisa masuk itu tetap dievaluasi bisa ditambah bisa jadi bisa berkembang masih," tutup Totok.
Editor: Aspian Nur