Wakil Direktur Bidang Teknis DBON Kalimantan Timur Sugeng Mochdar menjelaskan, Kejurprov KU jadi even perdana mereka yang melibatkan pengprov cabor. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pengurus cabor untuk melaksanakan Kejurprov KU Oktober mendatang. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan masing-masing tiga cabor akurasi yaitu atletik, senam dan panjat tebing dan tiga lagi cabor combat atau bela diri yaitu taekwondo, pencak silat dan karate. Keenam cabor ini enam dari 14 cabang olahraga yang ada dibawah naungan DBON Kaltim,” kata Sugeng.
Kejurprov KU sendiri mempertandingkan dua kategori, yaitu kategori usia 9 sampai 12 tahun dan kategori 12 sampai 15 tahun dan semua atlet yang bertanding nol prestasi. “Maksudnya nol prestasi, atlet-atlet junior itu sudah latihan di klub dan di pengkot atau pengkab tapi belum pernah juara. Diharapkan dengan begitu muncul talenta-talenta muda yang bisa dibina DBON untuk berprestasi,” papar Sugeng lagi.
DBON Kalimantan Timur sudah bertemu dengan pengprov cabor terkait dan untuk jumlah atlet yang bertanding diserahkan sepenuhnya kepada cabor bersangkutan tapi yang jadi catatan adalah nomor pertandingan yang ada di Olimpiade. “Cabor bersangkutan juga boleh menambah nomor tanding, misalnya pencak silat menambah sampai empat atau taekwondo kalau hanya satu karena ini kejurprov usia dini boleh mempertandingkan sampai lima nomor tanding yang penting kejurprov bisa berlangsung meriah tapi tetap memunculkan atlet berprestasi,” jelasnya
Cabang olahraga senam bakal mempertandingkan kelompok umur berbeda dari lima cabor lainnya yaitu usia 7 sampai 12 tahun. “Tapi tidak masalah, kami persilakan berkolaborasi, yang pasti Kejurprov KU ini program dari DBON Kalimantan Timur dan dijalankan pengurus cabang olahraga,” pungkas Sugeng.
Editor: Aspian Nur