Ketua Pengurus Provinsi (Pengrpov) PBFI Kaltim, Jawad Sirajuddin mengatakan, persiapan tim PBFI Kaltim sampai saat ini sudah cukup.
“Hanya tinggal menjaga keseimbangan tubuh, khususnya di berat badan, contoh kalau dia kelas 55 kilogram sekarang, maka nanti pas pra PON dia tidak boleh lebih, kalau lebih bakal diskualifikasi.” urainya.
Dengan adanya ketentuan tersebut, Jawad mengimbau pada seluruh atlet untuk konsisten menjaga berat badan. Untuk diketahui, sebelum pra kualifikasi PON, juga akan dilangsungkan rapat kerja nasional (Rakernas) di daerah yang sama.
“Nah ini akan diselenggarakan rakernas PB di Bengkulu pada tanggal 26 (Juli), saya bersama dengan ketua harian pak Hendra, beliau mantan atlet, kami ikuti rakernas dan akan berangkat tanggal 25,” imbuhnya.
Ditanya terkait target, Jawad mengaku dari 12 atlet yang diturunkan minimal tiga yang juara agar bisa masuk zona medali dan lolos ke PON. Sementara itu Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras melalui Kepala Bidang (Kabid) Binpres Alfons Telung mengatakan, dengan jumlah yang diberangkatkan ini, ia berharap seluruhnya bisa lolos.
“Dengan jumlah sekian, harapan kita banyak lagi yang lolos. Memang tidak mudah, yang seperti beliau beliau sampaikan, betapa susahnya memperjuangkan pemberangkatan kontingen ini,’ terangnya.
Alfons juga mengaku bahwa KONI Kaltim sudah memberikan dukungan sama dengan cabang olahraga (cabor) yang lainnya. Melihat tantangan yang dihadapi besar, Alfons berharap atlet yang berangkat bisa memaksimalkan kemampuannya. “Semoga semuanya bisa mendapat tiket di PON Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) nanti,” ungkapnya.
Editor: Maruly Zainuddin