“Terbukti fasilitas seperti arena skate board dibangun secara permanen, arena panahan, fasilitas indoor juga telah ada,” ujar Zairin kepada Korankaltim.com Kamis (6/7/2023) hari ini.
Fornas sendiri disebut Zairin berlangsung cukup meriah dan membuktikan ajang ini digemari masyarakat dan harus ditingkatkan penyelenggaraanya.
“Apalagi ada olahraga tradisional yang merupakan binaan dari DBON Kaltim, sudah selayaknya dilakukan pembinaan yang lebih terencana di daerah-daerah. Kormi (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) sebagai induk olahraga tradisional harus mulai menginventarisir venues yang perlu dilakukan pembenahan,” papar Zairin.
Cabang olahraga baru seperti bisa dikembangkan di Kalimantan Timur. Tonnis sendiri adalah sebuah olahraga permainan bola kecil perpaduan antara badminton dan tenis lapangan. Olahraga ini dapat dimainkan di dalam maupun diluar gedung. Alat pemukul dalam permainan tonnis adalah sejenis raket yang dinamakan paddle.
“Permainannya cukup dinamis dan murah, harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten kota yang ada di Kalimantan Timur,” sebut Zairin.
Hingga hari ini, Fornas VII/2023 sudah memasuki hari ketiga pelaksanaan. Ada 37 venues pertandingan termasuk ekshibisi yangmana berbagai jenis olahraga masyarakat dari 85 Induk Organisasi Olahraga Masyarakat anggota KORMI, yakni senam kebugaran, yoga, taici olahraga pernapasan, barongsai, berbagai olahraga tradisonal, sepeda BMX maupun sepeda tua bahkan push bike bagi anak-anak usia 5 - 7 tahun.
Kontingen Kalimantan Timur sendiri hingga hari ini mengumpulkan kepingan medali baik emas, perak maupun perunggu, diantaranya dari cabang olahraga panahan, dansa dan tonnis.
Editor: Aspian Nur