Terkait hal ini, Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin menjelaskan, syarat untuk masuk PON memang harus mengikuti dan lolos Pra-PON.
"Dari Pra-PON bisa diseleksi atlet untuk bersaing dan tampil di PON XXI tahun 2024 mendatang di Aceh dan Sumut," kata Ego kepada Korankaltim.com Selasa (13/6/2023).
Hal ini disampaikan Ego Hal saat membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Seleksi Provinsi (Selekprov) Soft Tenis menuju Pra PON yang berlangsung di Lapangan Tenis kawasan Stadion Utama Kaltim Palaran Jalan Stadion Palaran, Samarinda Seberang.
KONI Kaltim mendukung seluruh cabor yang akan berlaga dalam Pra PON dan PON namun ada beberapa hal yang memang harus digaris bawahi baik atlet, pelatih maupun pengurus. KONI Kaltim akan menyeleksi atlet yang benar-benar berkualitas bukan potensial.
"Catat, bukan atlet potensial yang dikirim, tetapi atlet yang berkualitas. Pelatih yang paling tahu kemampuan atlet, jika memang dia potensial, bagaimana dibina dulu agar dia bisa berkualitas," sebut Ego.
Hal ini juga terkait dengan instruksi gubernur Kaltim yang meminta KONI mengirimkan tim baik itu melalui Pra PON juga di PON.
"Di PON keinginannya sama, harus masuk dalam zona medali. Jadi kalau Pra PON masuk dalam ranking 7 atau 8 kemungkinan besar tidak dikirim, apalagi olahraga ini permainan," sebutnya.
Editor: Aspian Nur