Sugeng menegaskan kalau sosialisasi yang berlangsung di Ruang Serba Guna Pemkab Kutai Barat di Barong Tongkok sejak pagi hingga sore tersebut sebagai bagian dari percepatan pembentukan DBON di Tanaa Purai Ngeriman, julukan Kabupaten Kutai Barat.
“Kegiatan sosialisasi ini sesuai dengan Permenpora Nomor 6 Tahun 2022 Tentang Peta Jalan Desain Besar Olahraga Nasional Periode Tahun 2021-2024, ini merupakan program prioritas fase pertama, karena itu perlu dilaksanakan pengenalan DBON di daerah,” papar Sugeng kepada Korankaltim.com Selasa (13/6/2023) pagi tadi.
Tujuan sosialisasi disebutkan Sugeng antara lain sebagai penguatan pondasi organisasi dengan bentuk kegiatan berupa pembuatan regulasi atau peraturan mengenai DBON itu sendiri.
“Selain itu juga disusun struktur organisasi di daerah, baik kota maupun kabupaten, termasuk di dalamya penyiapan SDM (sumber daya manusia) dalam hal ini pelaku olahraga sesuai bidang kegiatan yang ada di DBON Kaltim,” papar Sugeng.
Penyiapan obyek sasaran yaitu atlet, pelatih, tenaga keolahragaan termasuk sarana dan prasarana masuk dalam materi sosialisasi yang disampaikan pada pertemuan tersebut.
Ada 120 peserta yang mengikuti sosialisasi, termasuk Bupati FX Yapan, Ketua KONI Tobias F Kainama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk pengurus cabang olahraga, termasuk pengurus National Paralympic Committee (NPC), Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) serta Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS).
FX Yapan sendiri menegaskan pemkab siap mendukung program DBON dan meminta agar Kutai Barat segera membentuk lembaga olahraga yang mendesain atlet-atlet untuk berprestasi di masa mendatang ini. “Kalau bisa secepatnya dibentuk DBON di Kutai Barat,” kata Yapan secara terpisah.
“Melalui sosialisasi ini semua pihak yang terkait harus bersinergi, bekerjasama satu dengan yang lain agar tercapai visi DBON,” imbuhnya.
Diharapkan Yapan dengan sinergi tersebut ada atlet dari Kutai Barat yang bisa berprestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional, menjadi bagian dari visi DBON tahun 2044 dan tahun 2025 yaitu meraih medali untuk Indonesia dan masuk 5 Besar Olimpiade serta Paralimpiade. “Secepatnya dibentuk DBON Kutai Barat dan melaksanakan kegiatan olahraga agar tercapai apa yang diinginkan,” ucap Yapan.
Editor: Aspian Nur