“Atlet layar Kaltim hanya istirahat satu bulan setelah PON di Papua, setelah itu setiap hari latihan,” ujar Teddy mengungkap rahasia sukses cabang olahraga yang ditanganinya itu.
Diketahui, sejak tahun 2000 hingga 2021 atau selama 21 tahun, layar Kaltim selalu juara umum disetiap even nasional, mengalahkan provinsi kuat lainnya di Tanah Air seperti DKI Jakarta atau Jawa Timur juga Banten dan Bali.
“Kuncinya ada enam, atlet, alat, pelatih, tempat latihan dan uang serta pengurus, kalau semua lengkap, prestasi terutama medali emas tinggal menunggu waktu. Kalau enam komponen itu tidak lengkap tapi bisa juara, hanya temporary saja, setelah juara hilang, tapi itu tidak terjadi dengan atlet Kaltim yang konsisten juara setiap tahun dan disetiap PON,” paparnya.
Atlet-atlet layar Kaltim disebut Teddy latihan terus menerus, seribu jam setahun selama 365 hari dan satu hari latihan tiga sampai empat jam. “Atlet juga berlatih dengan suasana enjoy karena kami siapkan fasilitas lengkap, mereka tidak kemana-mana karena memang atlet lokal Tanjung Batu di Berau,” imbuhnya.
Pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara, layar bertekad kembali meraih gelar juara umum seperti pada PON XX di Papua tahun 2022 lalu dengan target yang sama, 7 medali emas. Hanya mendapat lima emas namun tetap juara umum di Papua, Porlasi Kaltim akan menebusnya di Aceh-Sumatera Utara.
“Kami gagal mewujudkan tujuh emas di Papua karena ada factor non teknis, tapi kami akan menebusnya tahun depan dan kami yakin bisa melakukan itu dengan persiapan yang sudah dilakukan sekarang,” ujar Teddy yang juga Ketua II Pengurus Besar (PB) Porlasi ini.
Perjuangan atlet layar Kaltim untuk memenuhi target 7 emas itu diawali pada kualifikasi atau Pra-PON XXI September 2023 mendatang yang digelar di dua daerah, Jakarta dan Bali. “Di Pra-PON juga target kami juara umum, seperti kualifikasi sebelum PON Papua lalu,” pungkas Teddy.
Editor: Aspian Nur