Atlet Balikpapan Lima Bulan Terbaring Lemah
2 menit baca1.040 kali dibaca

Penulis: */David Purba
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Gede Valentine Aditya, atlet Bridge asal Kota Balikpapan hanya bisa terbaring lemah di ranjang rumahnya.
2 menit baca1.040 kali dibaca

Penulis: */David Purba
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Gede Valentine Aditya, atlet Bridge asal Kota Balikpapan hanya bisa terbaring lemah di ranjang rumahnya.
Gede merupakan korban kecelakaan bus dalam perjalanan menuju Berau untuk berlaga di Porprov Kaltim VII/2022.
Di rumah yang terletak di Jl Perjuangan, Balikpapan Selatan itu, Gede tinggal bersama kedua orang tua nya, I Nyoman Suardana (46) dan Kurniati (44). Mereka berdua merawat Gede selama lima bulan terakhir.
Dengan telaten nyoman memasukkan makan dan minum anak laki-lakinya itu lewat selang yang terpasang di tubuh Gede. Nyoman sendiri merupakan anggota polisi yang bertugas di Polresta Balikpapan. “Sudah lima bulan, kondisi Gede seperti ini,”ucap Nyoman.
Musibah nahas itu menimpa anak lelakinya saat memutuskan untuk membela Kabupaten Penajam Paser Utara pada Porprov VII Kaltim VII/2022.
Mulanya Gede merupakan atlet sofbol Balikpapan, namun Gede terpaksa membela PPU lantaran olahraga yang dia geluti saat itu terancam tak diberangkatkan ke Berau. Gede pun memilih untuk pindah cabang olahraga dengan menjadi atlet bridge saat itu.
Dengan latihan rutin yang dia tekuni, Gede akhirnya terpilih membela PPU, belum lagi saat itu kuota atlet Balikpapan sudah full.
“Sebelum berangkat saya sudah minta ke anak lelaki saya (Gede) untuk tidak usah berangkat. Sebab saat itu ada tawaran kerja di tambang. Tapi dia punya keinginan yang kuat saat itu untuk ikut,”kata Nyoman.
Musibah kecelakaan itu pun tak lagi dapat dihindari. Bus yang ditumpangi Gede bersama rombongan atlet PPU, pelatih serta official masuk ke dalam jurang di kawasan Desa Kelay, Kabupaten Berau pada 17 November 2022.
Gede sempat berusaha keluar dari bus saat itu, namun bus yang sempat tersangkut di kayu itu kembali terperosok ke dalam jurang sedalam 30 meter akibatnya Gede pun mengalami cidera pada bagian leher. “Sempat mau keluar, tapi bus saat itu terguling lagi. Gede mengalami cidera di leher,”ungkap Nyoman.
Setelah dievakuasi, Gede sempat mendapat perawatan hingga menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr Jusuf SK Tarakan. Setelahnya Gede kembali melanjutkan perawatan di RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan dan melanjutkan perawatan di rumah pada awal Januari 2023 lalu. “Vonis dokter lumpuh permanen, hanya mujizat yang kami harapkan,”kata Gede.
Meski demikian, menurut Nyoman, kondisi Gede saat ini mulai membaik. Gede saat ini sudah mulai menggerakkan jari dan tangannya bahkan Gede juga mampu berbicara dengan normal. “Badan sampai kaki ini memang sama sekali tidak bisa digerakkan,” kata Nyoman.
Saat ini, Nyoman mengaku tak banyak yang bisa diperbuatnya. Nyoman hanya bisa mengandalkan pengobatan dan terapi memalui BPJS Kesehatan.
Editor: Koran Kaltim







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG