Padahal Kontingen Kota Samarinda telah masuk menjadi juara umum dalam kegiatan itu. Sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) Cabor yang ada juga sempat mempertanyakan hal tersebut.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin tegaskan bahwa pada tahun ini anggaran terbesar ada di bonus.
“Bahkan 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim anggaran bonusnya belum ada, tapi Samarinda sudah ada dan tinggal dibagikan saja,” ucapnya, Selasa (14/3/2023).
Namun, pencairan tak kunjung dilaksanakan karena masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Besar (PB) Porprov di Berau.
Sebab SK yang berisikan data peraih medali itulah yang menjadi dasar dari Disporapar Samarinda untuk mencairkan bonus.
“Selama SK PB Porprov itu masih belum ada, maka kita tidak bisa mencairkannya. Kami sudah berusaha agar pihak PB Porprov segera keluarkan SK, tetapi belum juga ada respon,” ujarnya.
Tapi memang, Muslimin menegaskan sesuai janji dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun bahwa bonus akan diberikan pada pelatih, atlet, manager dan official tehnik yang terlibat dalam peraihan medali pada Porprov di Berau lalu.
Muslimin menjelaskan bahwa anggaran yang telah disiapkan kurang lebih Rp33 miliar, rinciannya untuk atlet Rp50 juta, sisanya masih menyesuaikan.
“Untuk atlet ini Rp 50 juta, selebihnya masih kita hitung-hitung lagi, tapi yang jelas anggaran ini sudah tersedia Rp 33 miliar, dan sudah ada di Disporapar Samarinda,” jelasnya.
Pihaknya juga terus mendesak Dispora Kaltim untuk meminta SK dari PB Porprov, mengingat para atlet dan cabor tengah bersiap untuk Pra PON dan PON Aceh-Medan 2024 mendatang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan terus mensupport melalui KONI Samarinda, apapun kegaitan Cabor yang akan mempersiapkan atletnya dalam mengikuti Pra PON.
“Kita siap support, baik itu pelaksanaannya di Kota Samarinda ataupun di luar daerah. Artinya masih di dalam Kaltim,” tegasnya.
Editor: Rusdianto