Deputi III/ Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Kementrian Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Raden Isnanta menyampaikan, fokus pertama DBON ini harus cabang olahraga (cabor) yang punya potensi Olimpiade.
“Harus dimulai saat Pepres Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON ini lahir, sedangkan pembinaan itu jangka panjang, artinya dari usia dini,” kata Raden.
Proses pembentukkan atlet tidak bisa dimulai pada usia dewasa, minimal delapan tahun.
Karena itu sejak saat ini proses identifikasi bakat harus dilakukan mulai dari lulusan SD atau pelajar SMP.
Sosialisasi juga menghadirkan perwakilan guru dari sejumlah sekolah yang mengerti betul peta potensi dari peserta didiknya.
“Nanti tim DBON provinsi memfasilitasi talent scouting sejak dini, panduannya dari pusat karena standar kalau mau jadi atlet harus dipatuhi, seperti tinggi badan, speed, power,” ujar Isnanta.
Beberapa hal diatas merupakan standar yang harus dipenuhi, kalau sudah ada bakat dibangku SD dan SMP maka akan dibina oleh kabupaten/kota, jika lanjut SMA akan ditampung oleh sekolah khusus olahraga provinsi.
Dari situ apabila potensi dan prestasi yang dihasilkan semakin meningkat maka akan ditampung oleh pusat.
Itu juga sudah termasuk dengan NPC yang mrupakan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas.
Sementara Kepala Sekretariat DBON Kaltim Zairin Zain menyampaikan, saat ini dalam sosialisasi ini mereka memanggil 14 cabor termasuk NPC untuk menanyakan sejauh mana pembinaan yang sudah dilakukan.
“Kebulan kemarin Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) sudah melaksanakan dua kali event tingkat SD, SMP, dan SMA, dari situ kami dapatkan atlet terbaik,” jelas Zairin.
Melalui DBON ini yang akan mengukur potensi dan bakat atlet dari sejak dini yang diukur melalui alat yang akan dihadirkan dalam waktu dekat.
Karena atlet ditingkat pelajar ini menjadi kewenangan kabupaten/kota, maka ia berharap pembentukan DBON tingkat kabupaten/kota bisa segera dilakukan.
“Karena yang paling tahu potensi atlet ini kabupaten/kota, kalau sudah terbentuk DBON nya kami akan konsolidasi, karena provinsi ini pembinaan saja,” tutup Zairin.
Pada kegiatan tersebut juga ada penandatangan MoU dari tenaga ahli dengan DBON dalam pembuatan road map DBON.
Editor: Aspian Nur