Hasil itu membuat Gilang sudah mendapatkan dua sabuk kejuaraan bergengsi nasional setelah yang pertama meraih sabuk Ndan Grup II Kopasus Menjangan tahun lalu.
Keberhasilan Gilang tidak lepas dari hasil kerja kerasnya saat berlatih. "Setelah saya dapat panggilan untuk perebutan sabuk ini sebulan yang lalu saya berusaha fokus untuk berlatih dengan pelatih saya Rony di Arkan Camp, saya diberi program latihan yang cukup keras 2-3 kali sehari berlatih dengan 10 round kali 5 menit," kata Gilang kepada Korankaltim.com Minggu (5/3/2023) pagi tadi.
Padahal dipertandingan sesungguhnya sebut Gilang hanya berlangsung 3 ronde kali 5 menit setiap rondenya. "Tapi saya yakin di balik program itu ada maksud dan tujuan pelatih saya. Dan alhamdulillah hanya 01.13 detik saya bisa menaklukkan lawan saya," sebut Gilang.
Terpisah, pelatih taekwondo Kutai Kartanegara Rony Abdurahman yang mendampingi Gilang di ajang ini mengatakan, menjadi juara mudah tapi prosesnya yang susah. "Apabila atlet bisa melewati proses itu Insya Allah pasti juara," ucap Rony.
Tak hanya Gilang, banyak atlet berprestasi lahir dari tangan dingin Rony yang notabene mantan atlet tinju Kukar, baik atlet amatir maupun atlet profesional.
"Saya hanya memberi peluang untuk generasi muda yang ingin berprestasi dan ini adalah salah satu bukti pembinaan yang kami lakukan," ucap Rony.
Editor: Aspian Nur