“Saya sempat bicara langsung dengan bupati Berau waktu final sepakbola Porprov, beliau menyatakan ingin studi banding ke Kutai Kartanegara, belajar bagaimana kami melakukan pembinaan dan bisa meraih juara dengan pemain asli putra daerah,” ujar Maman, sapaan akrab Rahman.
Hal itu membuat KONI Kutai Kartanegara sangat bangga dengan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kutai Kartanegara sebagai wadah pembinaan pemain berprestasi hingga menghasilkan gelar juara.
Diketahui, tim sepakbola Kutai Kartanegara yang ditangani pelatih Rahmad “Rambo” Hidayat, Yance Katehokang, Teddy dan pelatih kiper Sumardi sukses membawa pulang medali emas untuk pertama kalinya selama 24 tahun atau selama pesta olahraga multieven empat tahunan itu digelar.
Yang lebih membanggakan, medali emas ini diraih dari hasil perjuangan pemain putra daerah Kutai Kartanegara, tanpa ada pemain luar daerah. “Sebenarnya diatas kertas Kutai Kartanegara bisa juara umum, kalau 49 cabang olahraga ikut semua, tapi dengan sepakbola juara serasa juara umum," tegas Maman.
"Saya optimistis sejak tim berangkat dari Benua Puhun menuju Berau kami bisa juara, karena pekerjaan kami tulus, suka duka kami lewati bersama kami bangga anak-anak putra daerah harus dikembangkan dan harus didukung,” ujar Ketua Askab PSSI Kukar H Ardinansyah secara terpisah.
Haji Nan, sapaan akrab Ardinansyah mengungkapkan, prestasi tim sepakbola Kutai Kartanegara meraih emas menginspirasi semua orang, tidak hanya pesepakbola muda di Kutai Kartanegara tapi juga daerah lain.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur