"Sekarang masih proses penyelesaian di Polres Berau," ujar Tim Hukum Kontingen Berau, Burhan.
Akibat lemparan itu, pihaknya juga sudah melakukan visum untuk membuktikan bahwa korban mengalami luka memar akibat kena medali tersebut. Pihaknya ingin persoalan itu segera diselesaikan, dan menuntut pelaku meminta maaf secara terbuka.
"Kami ingin persoalan ini tidak berlarut-larut, dan segera selesai. Kami meminta permohonan maaf terbuka dari pelaku karena insiden ini sudah 'melukai' wajah Berau sebagai tuan rumah," katanya.
Dirinya mengaku tidak mengetahui kenapa sampai pelaku melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Namun berdasarkan informasi yang dia dapat, pelaku melempar medali tersebut karena tidak terima Berau sebagai juara umum.
"Dia melempar medali sambil berteriak, ambil medali ini. Medali itu mengenai wajah korban. Jarak pelaku dan korban sangat dekat. Pelaku menilai, Berau tidak layak juara umum," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, Rahman mewakili kontingen IODI Kukar menyampaikan permintaan maaf terhadap kejadian kurang menyenangkan pada pelaksanaan Cabor dansa. Menurutnya, kejadian tersebut hanya terjadi disebabkan oleh spontanitas semata.
"Tapi apapun bentuknya, atas kejadian ini saya atas nama KONI Kukar meminta maaf kepada IODI Berau dan PB Porprov," ucap Rahman.
Dari laporan yang dirinya terima, Rahman mengaku kejadian tersebut sepenuhnya dipicu oleh emosi sesaat dan tidak ada unsur kesengajaan. Terkait ketidakpuasan atas keputusan panitia yang menetapkan Berau sebagai juara umum Cabor dansa dirinya tidak ingin berkomentar terlalu banyak.
"Intinya saya ingin masalah ini cepat selesai, kalau berkaitan dengan kepanitiaan, jelas itu panitia yang mengetahui," pungkasnya.
Penulis : Tri Romadhani
Editor : Rusdi