"Jadi tim DBM sebelumnya didiskualifikasi karena soal tuduhan pemalsuan data KTP pemain, dalam kompetisi Bayan Open itu beregu yang wajib KTP Balikpapan. Cuma pada saat technical meeting disebutkan oleh Ketua PBSI katanya walaupun KTP jadi hari ini dan malamnya main dan itu sah KTP-nya, namun mengapa pada saat bertanding sudah dua kali menang dan satu kali bye terus main ketiga kalinya tiba-tiba didiskualifikasi yang permainan sudah berjalan kok baru didiskualifikasi." urai Hamzan, Manajer DBM.
Dia meminta kepada panitia untuk mengklarifikasi dan meminta permohonan maaf kepada DBM, di mana atas tuduhan tersebut nama baik pemain DBM terciderai.
"Tujuan kami menemui ketua pelaksana untuk mengklarifikasi supaya klub DBM dibersihkan namanya dari tuduhan pemalsuan data, agar klub lain tahu bahwa DBM didiskualifikasi bukan karena tuduhan pemalsuan data," jelasnya.
Menanggapi hal itu panitia Bayan Open Cup 2022, melalui Ketua Harian PBSI Balikpapan, Sugianto meminta maaf kepada DBM di hadapan seluruh peserta dan juga tim DBM. Mengakui kesalahan panitia atas tindakan diskualifikasi tersebut.
"Saya atas nama ketua panitia Bayan Open 2022 menyampaikan satu hal atas nama panitia meminta maaf kepada DBM yang mana bahwa atlet DBM sudah sesuai prosedur dan tidak ada unsur pemalsuan data atau pemain bayaran,"paparnya.
Ke depan kata Sugianto, panitia akan melibatkan instansi yang berkompeten dalam melaksanakan penyelenggaraan kegiatan kompetisi bulutangkis.
"Panitia akan membuat aturan yang lebih baik dan lebih jelas lagi jadi tidak ada hal yang tidak diinginkan oleh semua tim, ke depan panitia yang akan dilibatkan instansi yang berkompeten, apalagi ada syarat menggunakan KTP, maka kami akan libatkan instansi. Sekali lagi saya memohon maaf ke depan mari Bayan Open lebih meriah dan sukses lagi." tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin