"Rencana Kejurnas bulan Oktober Piala Puan Maharani tetapi berdasarkan hasil Zoom Meeting kami kemarin dengan teman-teman se-Indonesia itu PB tidak berhak melaksanakan," kata Ketua III PGSI Kaltim Bunyamin, Rabu (27/7/2022).
Bunyamin menjelaskan keberlangsungan Puan Maharani Cup ini seharusnya bisa dilimpahkan ke organisasi induk berdasarkan kesepakatan dari PB PGSI. Pasalnya, PB juga tidak boleh menjalankan fungsi organisasinya di saat waktu jabatan telah habis. Untuk itu hanya bisa menunggu karateker yang dilakukan oleh KONI Pusat.
"Kalau agenda Puan Maharani Cup itu terserah PB menyerahkan kepada induk organisasi yang di sana tapi kalau PB tidak bisa melaksanakannya," imbuhnya.
Di samping persoalan struktural organisasi, Pengprov di setiap daerah masih tetap menjalankan persiapannya untuk menuju kompetisi tersebut. Bunyamin telah menyiapkan 30 atletnya yang akan diutus dalam Kejurnas tersebut.
"Persiapan jalan terus kami bahkan direncanakan itu ada 18 kelas olimpic plus 12 lokal jadi 30 kelas. Ya 30 atlet," terangnya.
Banyaknya atlet yang dipersiapkan itu juga sebagai antisipasi awal menuju PON Aceh-Sumut yang berdasarkan rencananya akan memainkan 30 kelas tanding.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah