Ketua Umum Persambi Kaltim Zulkifli menjelaskan, kejurprov digelas sebagai tolok ukur kemampuan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) ke VII di Berau November 2022 mendatang sekaligus persiapan Pra-PON 2023 mendatang.
Untuk jangka pendek, atlet yang berlaga disiapkan tampil pada Kejurnas Sambo Series Kedua di Bandung, Jawa Barat 10-12 Juni akhir pekan ini.
"Setelah kejurprov ini ada kejurnas Sambo di Bandung mempertandingkan 32 kelas, jadi atlet terbaik dari kejurprov dikirim kesana. Kami juga ingin melihat berapa banyak atlet Sambo di daerah, makanya kami siapkan 24 kelas tanding. Ini jadi evaluasi mereka," jelas Zulkifli kepada Korankaltim.com siang tadi.
Selain itu Persambi Kaltim juga ingin mengetahui sampai sejauh mana pembinaan atlet di daerah.
“Kami ingin tahu sampai sejauh mana kesiapan mereka ke Porprov, jadi anggap saja kejurprov ini try out evaluasi mereka sejak Januari sampai Juni. Empat bulan apa saja kesiapan mereka itu yang ingin kami ketahui,” paparnya.
Ditegaskan Zulkifly kejurnas di Bandung jadi batu loncatan untuk mencapai kejayaan pada PON XXXI di Aceh dan Sumatera Utara.
"Pelatih saya minta mengevaluasi atlet dan itu bukan tugas saya. Saya maunya di kejurnas atlet terbaik yang diberangkatkan, karena ada kelas yang kami pantau ada juga kelas yang target. Kalau hanya untuk jalan-jalan ngapain diberangkatkan. Bukan jamannya lagi. Apalagi kami sudah mematok target meloloskan atlet berlaga di PON Aceh dan Sumut karena tahun 2023 tidak lama lagi," sebutnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur