Kepala Dispora Kaltim Agus Tianur menjelaskan, persiapan pelaksanaan kegiatan sudah dilakukan maksimal
"Sesuai hasil rapat terakhir persiapan sudah mencapai final. Pemprov Kaltim sangat siap melaksanakan Y20 dan Pemkot Balikpapan juga sudah mempersiapkan penyambutan pelaksanaan tersebut," kata Agus Tianur kepada Korankaltim.com.
Pra- KTT nanti akan di langsungkan selama 2 hari di Hotel Novotel Balikpapan dengan konsep online dan offline.
Pra-KTT juga turut di hadiri oleh peserta yang terdiri dari 70 delegasi lokal Kalimantan dan 30 delegasi internasional serta dihadiri delegasi dari negara-negara Y20.
"Kegiatan dilakukan hybrid, dihadiri delegasi negara Y20 sebagai mana yang hadir di Palembang dan Lombok," paparnya.
Y20 sendiri merupakan forum yang dibentuk sebagai wadah pemuda dalam mensuport pola kerja dari G20. Terdapat empat isu besar yang dibahas dalam Pra-KTT itu yakni ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, Planet berkelanjutan dan layak huni dan keberagaman dan inklusi.
"Indonesia sebagai negara berkembang menjadi satu-satunya negara asia yang diberi kesempatan untuk masuk ke dalam G20. Jadi persfektif arah pembangunan kedepan memperhatikan dari kita sebagai negara dengan sudut pandang negara berkembang," Kata Wakil Ketua Disivi Program dan Logistik Y20 Indonesia 2022 Muhammad Syaeful Mujab pada kesempatan yang sama.
Peserta didominasi oleh pemuda yang berasal dari Kalimantan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Karena pandemic Covid-19 belum sepenuhnya berakhir, peserta kali ini hanya diambil 100 peserta, 70 dari pemuda Kalimantan dan 30 dari pemuda internasional.
Puncak KTT Y20 Indonesia akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung 17-24 Juli mendatang. Sebelum itu, diadakan Pra-KTT di empat kota berbeda di Indonesia dengan tema yang juga berbeda, yaitu Pra-KTT I tanggal 19-20 Maret 2022 di Palembang (Ketenagakerjaan Pemuda), Pra-KTT II tanggal 23-24 April 2022 di Lombok (Transformasi Digital), Pra-KTT III 21-22 Mei 2022 di Balikpapan (Planet yang Berkelanjutan) dan Pra-KTT IV tanggal 18-19 Juni 2022 di Manokwari (Kebergaman dan Inklusi).
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur